Berita Kesehatan
Ibu Melahirkan Bisa Gunakan Fasilitas ERACS di RSUD Wongsonegoro Semarang, Bisa Diklaim BPJS
Ibu yang hendak melahirkan di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang bisa melahirkan menggunakan metode ERACS dan bisa dibiayai oleh BPJS Kesehatan.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang memperingati HUT ke-31, Kamis (23/12/2021).
Di usianya yang semakin matang, rumah sakit tersebut terus mencoba untuk semakin meningkatkan berbagai pelayanannya.
Terlebih adanya Covid-19, pelayanan diupayakan bisa aman dan nyaman bagi masyarakat.
Baca juga: Tahun Depan Mulai Dibangun! Semarang Bakal Miliki Krematorium Bagi Umat Hindu
Baca juga: Siswi SD Miroto 01 Semarang Ini Grogi Disuntik Vaksin, Alasannya Karena Ditunggui Ganjar
Baca juga: Cegah Kerumunan, Pemkot Semarang Tutup Seluruh Taman Kota pada 31 Desember-1 Januari
Baca juga: Vaksinasi Anak Dosis Pertama Rampung 10 Januari 2022, Target Dinkes Kota Semarang
Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati mengatakan, RSUD terus mengembangkan pelayanan.
Satu di antaranya, pelayanan persalinan Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS).
Pelayanan ini sudah dibuka sejak bulan lalu.
Bahkan, ibu yang hendak melahirkan di RSUD bisa melahirkan menggunakan metode ERACS dan bisa dibiayai oleh BPJS Kesehatan.
"Kami sudah melayani ERACS kepada beberapa pasien."
"Kalau ibu yang bersangkutan menghendaki, kami siap melayani."
"Biasanya, ERACS ini mahal, tapi di RSUD bisa gunakan BPJS Kesehatan," terang Susi kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/12/2021).
Metode persalinan ERACS adalah persalinan dengan minim rasa sakit dan pulih lebih cepat dari caesar pada umumnya.
Menurut Susi, sang ibu akan lebih cepat bisa melakukan mobilisasi setelah melahirkan.
"Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkan karena nanti mobilisasinya lebih cepat, rasa nyeri bisa cepat pulih," ucapnya.
Selain pelayanan ERACS, Susi menambahkan, RSUD juga mengembangkan pelayanan katerisasi dan kemoterapi.
Ke depan, pihaknya akan membuat radioterapi untuk pelayanan pasien kanker.
"Bantuan dari Pemkot Semarang, masyarakat yang memberikan masukan, kami menjadi baik lagi," ucapnya.
Pada 2022, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang juga akan mengembangkan IGD.
Pasalnya, saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 beberapa waktu lalu, IGD sangat penuh.
"Pada 2022, pengembangan IGD 5 lantai."
"Anggaran Rp 56 miliar dari BLUD."
"Puji Tuhan RSUD bisa membangun sendiri, kami lebih mandiri," paparnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi pelayanan RSUD Wongsonegoro Semarang yang sudah semakin bagus.
Disamping itu, RSUD juga memperoleh banyak penghargaan.
Dia mendorong RSUD terus berinovasi melayani masyarakat.
"Tentunya, orang sakit itu dinamis."
"Kami tidak ingin ada penyakit baru, tapi ini banyak perubahan."
"Teknologi atau inovasi terus dikembangkan."
"Misalnya netode melahirkan, masalah jantung, dan sebagianya."
"Diharapkan tetap mengeluarkan inovasi," paparnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: Gereja Katedral Purwokerto Banyumas Bikin Pohon Natal Raksasa dari Sapu Lidi, Begini Maknanya
Baca juga: 27 Lansia di Banyumas Unjuk Kebolehan sebagai Model, Meriahkan Hari Ibu Lewat Lomba Peragaan Busana
Baca juga: Cilacap Banjir Pujian, Dinilai Berhasil Budidayakan Ikan Sidat, Segara Anakan Jadi Jujukan Peneliti
Baca juga: Pemudik Masuk Kebumen Bakal Dicek Kartu Vaksinnya, Kompol Mangarif: Kami Lakukan Secara Acak