Berita Jawa Tengah
Proyek Masjid Agung Karanganyar Molor, Kontraktor Minta Perpanjangan Waktu 10 Hari, Ini Alasannya
Pihak kontraktor meminta perpanjangan waktu proyek Masjid Agung Karanganyar karena beberapa barang sudah berada di tempat, tinggal pemasangan.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
"Ternyata tidak bisa diambil, tidak jadi enam dan dilaksanakan empat (pemasangan payung hidrolik)," terangnya.
Side Manager PT MAM Energindo Jakarta, Hani Zaim mengungkapkan, empat payung hidrolik sudah terpasang di bagian depan dan hanya tinggal pengaturan.
"Kami kejar sesuai kontrak, pekerjaan yang masih besar adalah menara pandang."
"Lainnya tinggal pasang," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (20/12/2021).
Dia berkata, adanya pandemi Covid-19 dan cuaca sempat menjadi kendala dalam pengerjaan selama ini.
Kendati demikian dengan adanya perpanjangan waktu, dia optimis pengerjaan dapat selesai tepat waktu.
PPKom Masjid Agung Karanganyar, Asihno Purwadi menambahkan, bagian dalam masjid sudah selesai.
Baik itu plafon, lantai, pemasangan marmer, maupun pengecatan.
Saat ditanya soal denda yang dibayar kontraktor selama perpanjangan waktu, dia menerangkan, akan dihitung setelah proyek selesai dikerjakan.
Peletakan batu pertama proyek pembangunan masjid tersebut telah dilakukan pada November 2020.
Adapun nilai kontrak pembangunan Masjid Agung Karanganyar tersebut senilai Rp 89 miliar. (*)
Baca juga: Vaksinasi Covid Anak 6-11 di Kota Semarang Dimulai Selasa, Ini Saran Dinkes saat Terjadi KIPI
Baca juga: Polda Jateng Tangkap Muncikari asal Bekasi di Hotel Kota Semarang, Tawarkan Selebgram Rp 25 Juta
Baca juga: Sidak Tempat Karaoke di Kudus, Hartopo Sebut Pengelola Masih Ingin Mengajak Kucing-kucingan
Baca juga: Catat! Mobil Tujuan Tempat Wisata di Kudus Bakal Diputar Balik, Khusus 25 Desember dan 2 Januari
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/proyek-masjid-agung-karanganyar.jpg)