Selasa, 21 April 2026

Berita Jateng

Penumpang BRT Terlantar Imbas Penutupan Gombel Lama Semarang

akses turunan Gombel resmi ditutup total untuk perbaikan, ditandai dengan pemasangan water barrier

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/budi susanto
DITUTUP - Akses menuju Jalan Gombel Lama di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, resmi ditutup pada hari pertama, Senin (20/4/2026), akibat proyek perbaikan jalan. Dampaknya, kendaraan dari arah atas menuju pusat Kota Semarang dialihkan melalui Jalan Gombel Baru yang kini diberlakukan dua arah. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — Siang itu, Senin (20/4/2026), di tepi Jalan Gombel Baru, seorang pria lanjut usia berdiri menanti bus yang tak kunjung berhenti. 

Di tengah arus kendaraan yang kini dialihkan akibat penutupan Jalan Gombel Lama, Yen (60), warga Bukit Sari, hanya bisa memandangi satu per satu bus Trans Semarang yang melintas tanpa mengangkutnya.

Hari pertama penutupan Jalan Gombel Lama memang membawa perubahan besar. 

Sejak pukul 09.00 WIB, akses turunan Gombel resmi ditutup total untuk perbaikan, ditandai dengan pemasangan water barrier di sejumlah titik.

Seluruh arus kendaraan dialihkan ke Jalan Gombel Baru yang kini diberlakukan dua arah.

Namun, perubahan itu tak hanya berdampak pada lalu lintas, tapi juga pada pengguna transportasi umum.

Yen, yang sehari-hari mengandalkan BRT Trans Semarang untuk menuju pusat kota, kini harus beradaptasi dengan situasi baru. Biasanya, dia menunggu bus di shelter yang berada di titik sebelum turunan Gombel Lama. 

Kini, halte itu tak lagi bisa digunakan.

“Biasanya menunggu bus di shelter itu,” ujar Yen sambil menunjuk ke arah bekas halte di Gombel Lama.

Akibat penutupan jalan, Yen terpaksa menunggu di pinggir Jalan Gombel Baru, titik di mana seluruh kendaraan kini dialihkan. Tanpa shelter, dia berdiri di tepi jalan, mencoba menghentikan bus yang lewat.

Dari pantauan, dua bus menolak berhenti dan tangan kondektur di dalam bus melambaikan tangan tanda penolakan.

“Ini bus-bus kalau dicegat tidak mau berhenti.

Sudah 20 menit ia menunggu,” kata dia.

Beberapa bus Trans Semarang melintas, bahkan dalam kondisi tidak penuh. 

Namun, tak satu pun berhenti. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved