Breaking News:

Berita Jateng

Manfaatkan! Universitas Terbuka Jateng Sediakan Beasiswa dan Bantuan Dana Pendidikan Rp 4 Miliar

Sulitnya akses ke perguruan tinggi menjadi satu dari sekian banyak persoalan yang muncul sebagai dampak pandemi Covid-19.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Direktur UT Semarang Moh Muzammil usai melaksanakan wisuda daring, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Sulitnya akses ke perguruan tinggi menjadi satu dari sekian banyak persoalan yang muncul sebagai dampak pandemi Covid-19.

Kondisi ini menggugah perhatian Universitas Terbuka (UT) Semarang. Karenanya, mereka memberi bantuan dana pendidikan dan beasiswa kepada anak didik mereka.

"Pada 2021, total ada Rp 4 miliar beasiswa dan bantuan biaya pendidikan. Pada 2022, kemungkinan sama angkanya, Rp 4 miliar, jumlah yang tidak sedikit," kata Direktur UT Semarang, Moh Muzammil, Minggu (19/12/2021).

Baca juga: Penghujung Tahun, 150 Pelajar Berprestasi Dapat Beasiswa, Disdikbud: Bagian Program Kendal Cerdas

Baca juga: Alhamdulillah, Beasiswa Pelajar Berprestasi Masih Berjalan di Pati, Tahun Ini 2.191 Siswa

Baca juga: Jangan Lewatkan! UKSW Salatiga Siapkan Beasiswa Total Rp 100 Juta bagi Calon Mahasiswa Baru

Total anggaran Rp 4 miliar tersebut dialokasikan sesuai kebutuhan UT yang ada di Jawa Tengah.

Seperti diketahui, kampus UT di Jateng tersebar di beberapa kabupaten dan kota.

Penyaluran beasiswa dan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa UT tersebut juga menjadi ikhtiar menjamin keberlangsungan pembelajaran di perguruan tinggi.

Muzammil mengatakan, mahasiswa UT didominasi masyarakat dari lapisan menengah ke bawah.

Sehingga, beasiswa dan bantuan pendidikan tersebut sangat dibutuhkan.

"Ini akan memberikan keringanan kepada mahasiswa yang terdampak covid, baik mahasiswa itu sendiri maupun orangtuanya. Dengan begitu, mahasiswa akan bebas biaya UKT," ucapnya.

Menurutnya, sumber dana lain untuk perluasan akses masyarakat bisa kuliah yakni berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.

Muzammil memberikan contoh bantuan biaya pendidikan berasal dari CSR di Blora yang bisa membantu anak tukang pentol (jajanan tradisional serupa bakso) untuk berkuliah. (*)

Baca juga: Nenek di Kendal Ditemukan Bersimbah Darah di Lantai Dapur, Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan

Baca juga: Cara Pemkab Purbalingga Lestarikan Bahasa Banyumasan, Gelar Festival Ngapak di Golaga

Baca juga: Badai Covid Landa Liga Inggris, Pemain Manchester United Tersisa Tujuh Orang

Baca juga: Margorejo Kudus Ditetapkan sebagai Desa Wisata, Dikenal sebagai Penghasilan Durian Enak

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved