Berita Pendidikan
Alhamdulillah, Beasiswa Pelajar Berprestasi Masih Berjalan di Pati, Tahun Ini 2.191 Siswa
Karena bersifat beasiswa transisi, beasiswa diberikan ketika siswa SD sudah naik ke jenjang SMP dan siswa SMP sudah naik ke jenjang SMA.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Pemkab Pati menyerahkan beasiswa pada ribuan pelajar berprestasi tingkat SD dan SMP sederajat.
Penyerahan beasiswa dilakukan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan penerima di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (3/11/2021).
Penyerahan dilakukan Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Saiful Arifin, serta Kepala Disdikbud Kabupaten Pati Winarto.
Baca juga: Siap Taklukkan Lagi PSG Pati di Putara 2 Liga 2 Malam Ini, Pemain Persis Solo Asah Finishing
Baca juga: Pasutri Asal Jepara Ini Manfaatkan Kelengahan Pemilik Motor, Beraksi di Desa Ngawen Pati
Baca juga: Capaian Vaksinasi di Pati Baru Capai 48 Persen, Bupati Haryanto: Kami Lagi Kejar Ketertinggalan
Baca juga: Hasil Liga 3 Jawa Tengah - Persip Pekalongan Vs Persipa Pati Berakhir Imbang Tanpa Gol
Winarto menjelaskan, terdapat 1.382 siswa jenjang SD sederajat dan 809 siswa jenjang SMP sederajat yang menerima beasiswa ini.
Siswa SD mendapat Rp 1 juta.
Sementara siswa SMP mendapat Rp 1,5 juta.
Namun, lanjut dia, karena bersifat beasiswa transisi, beasiswa ini diberikan ketika siswa SD sudah naik ke jenjang SMP dan siswa SMP sudah naik ke jenjang SMA.
"Tidak ada penurunan (jumlah beasiswa), karena sudah kami hindarkan dari refocusing anggaran."
"Pemberian beasiswa ini bertujuan agar anak tidak putus sekolah, wajib belajar 9 tahun tercapai."
"Kemudian anak-anak ini tetap semangat, termotivasi, dan berprestasi sehingga bisa meringankan beban keluarga yang tidak mampu," kata dia kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (3/11/2021).
Sementara, Bupati Pati Haryanto mengatakan, pihaknya bersyukur bisa bersama-sama menyerahkan bantuan berupa beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi yang kurang mampu.
Ia menyebut, kegiatan ini rutin dilakukan Pemkab Pati untuk mengurangi angka putus sekolah.
“Tahun-tahun sebelumnya kami masih bisa mengundang anak-anak berjumlah yang cukup besar."
"Tapi kali ini hanya terbatas, karena kondisi pandemi ini masih mengkhawatirkan."
"Sekalipun jumlah kasus Covid-19 ini sudah landai," ungkap dia kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (3/11/2021).