Senin, 8 Juni 2026

Berita Cilacap

Keren! 2 Siswa SMAN 2 Cilacap Ciptakan Alat Pendeteksi Kebasian Makanan, Bisa Cegah Keracunan MBG

Dua pelajar SMAN 2 Cilacap membuat alat pendeteksi kebasian makanan yang bisa digunakan mengecek sampel MBG guna mencegah keracunan makanan.

Tayang:
TRIBUNBANYUMAS/RAYKA DIAH
UJI COBA - Dua siswi SMA Negeri 2 Cilacap, Alya Meisya N dan Felda Triana W, menguji alat inovasi yang mereka beri nama Ompreng Pendeteksi Keracunan MBG, di ruang kelas sekolah, Selasa (30/9/2025). Alat ini mampu mendeteksi kandungan makanan yang diduga bisa memicu keracunan saat disantap. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di ruang laboratorium sederhana di SMAN 2 Cilacap, Jawa Tengah, Alya Meisya N dan Felda Triana W tampak sumringah menunjukkan karya inovatif mereka, Selasa (30/9/2025).

Siswa sekolah tersebut mempersembahkan karya yang diberi nama Ompreng Pendeteksi Keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil inovasi siswi kelas XI ini bahkan meraih Juara 2 dalam ajang AHM Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025, yang digelar Astra Honda Motor pada 11-23 September 2025 secara daring.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa ide sederhana yang berangkat dari kepedulian bisa menjelma menjadi solusi nyata bagi masalah masyarakat.

"Jadi, kami itu menciptakan alat yang berguna untuk mendeteksi kebasian pada makanan karena banyak kasus keracunan di Indonesia yang membuat anak-anak sampai masuk rumah sakit," tutur Alya Meisya N, Selasa.

Baca juga: Hujan Deras Guyur Cilacap Sejak Dini Hari, Sejumlah Ruas Jalan Terendam Banjir Hingga 40 Cm

Menurut Alya, alat ini berbentuk kotak makanan berukuran besar dengan sensor yang dipasang di bagian tutup.

"Nanti ada sampel makanan dari program MBG yang dimasukkan ke dalam kotak, lalu ditutup, dan sensor akan membaca dalam waktu 3 sampai 5 menit," jelasnya

MERAKIT - Dua siswi SMA Negeri 2 Cilacap, Alya Meisya N dan Felda Triana W, tengah merakit alat inovasi Ompreng Pendeteksi Keracunan MBG karya mereka, Selasa (30/9/2025). Alat ini bisa mendeteksi kandungan makanan MBG yang dapat memicu keracunan saat dikonsumsi.
MERAKIT - Dua siswi SMA Negeri 2 Cilacap, Alya Meisya N dan Felda Triana W, tengah merakit alat inovasi Ompreng Pendeteksi Keracunan MBG karya mereka, Selasa (30/9/2025). Alat ini bisa mendeteksi kandungan makanan MBG yang dapat memicu keracunan saat dikonsumsi. (TRIBUNBANYUMAS/RAYKA DIAH)

Hasil deteksi akan muncul secara otomatis dengan tulisan "terdeteksi" yang tampil di layar sensor.

Tulisan ini menunjukkan bahwa makanan tidak layak konsumsi.

"Kalau terdeteksi itu, IPM menunjukkan angka sekitar 170 hingga 600 untuk sensor pertama, dan 700 sampai 1000 untuk sensor kedua, jadi bisa langsung diketahui kondisinya," kata Alya menjelaskan detail teknis alat tersebut.

Tak hanya itu, hasil pengukuran juga dapat dihubungkan dengan aplikasi Blink di ponsel sehingga pengguna bisa langsung memantau kondisi makanan.

"Kami berharap, dengan adanya alat ini, kasus keracunan makanan di Indonesia bisa semakin berkurang," ucap Alya.

Sekolah Dukung Riset Siswa

Kepala SMA Negeri 2 Cilacap, Masripah, menyambut baik pencapaian anak didiknya yang dianggap mampu menghadirkan karya berbasis riset untuk kebutuhan masyarakat.

"Itu karya anak-anak yang berbasis riset dan selalu kami dorong agar siswa menghasilkan sesuatu yang memang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Berawal dari Warisan Ayah, Simanja Cilacap Sukses Ubah Lahan Abrasi Jadi Pusat Mangrove

Ia menegaskan bahwa sekolah memiliki komitmen untuk memfasilitasi riset siswa agar bisa berkembang, termasuk dengan melibatkan pembimbing khusus.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved