Berita Karanganyar

Hasil Seleksi Perangkat Desa Plumbon Karanganyar Digugat: Menantu Kades Dilantik meski Nilai Rendah

Unggahan peserta seleksi perangkat Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, viral di media sosial.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Plt Kepala Inspektorat Karanganyar Suprapto saat ditemui di Setda Karanganyar, Jumat (17/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Unggahan peserta seleksi perangkat Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, viral di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, seorang peserta mempertanyakan manfaat tes yang digelar lantaran peserta seleksi yang terpilih ternyata mendapat nilai rendah dan berstatus menantu kepala desa.

Unggahan tersebut ditulis Eka Widyayu Wardani, pemilik akun @widyayu_sky di grup Explore Karanganyar, Rabu (15/12/2021).

"Dengan hormat, Saya Nama: Eka Widyayu Wardani via @widyayu_sky. Saya ingin mempertanyakan mengenai proses perekrutan perangkat desa karena saya merasa ada hal yang aneh dari hasil pemilihan.

Saya tinggal di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Di desa saya ada perekrutan untuk perangkat desa sebagai kepala seksi pemerintahan.

Saya melakukan pendaftaran, melengkapi berkas, mengikuti ujian dan mendapatkan nilai akhir tertinggi di tes. Tapi kenapa yang terpilih itu malah peserta yg nilainya jauh di bawah saya dan peserta yang terpilih itu ANAK KEPALA DESA sendiri.

Kalau ujung-ujungnya anaknya sendiri kenapa harus ada tes bukannya itu termasuk pemborosan anggaran desa? Karena info yang saya dapat, untuk mengikuti tes dengan pihak ketiga, mengeluarkan biaya Rp 800.000,00/peserta dan itu diambil dari uang belanja desa.

Fungsi dari tesnya itu sendiri apa ya pak? Mohon dengan sangat penjelasannya? Maaf apabila ada kata-kata yang kurang baik dan kurang sopan. Atas perhatian dan waktunya saya ucapkan."

Saat dikonfirmasi, Widyayu membenarkan keluhannya tersebut.

Baca juga: Bupati Karanganyar Larang Pesta Kembang Api saat Tahun Baru: Jangan Coba-coba, Saya Bubarkan!

Baca juga: Petugas Irigasi Temukan Mayat di Dam Colo Kebakkramat Karanganyar, Awalnya Terlihat Telapak Tangan

Baca juga: Belajar Daring Tetap Diberlakukan di Karanganyar, Libur Semester Dipastikan Diundur

Baca juga: Sudah Dapat Restu Kementerian, Alas Bromo Karanganyar Bakal Disulap Jadi Tempat Kuliah dan Wisata

Dia pun keberatan dengan hasil pengisian perangkat desa lantaran kurangnya transparansi dari pemerintah desa mengenai dasar atau indikator yang digunakan untuk mendapatkan rekomendasi dari camat.

"Sehingga, peserta lain yang tidak turut direkomendasikan bisa tahu dan menjadi evaluasi diri. Misalnya, kalah atau masih kurangnya itu di bidang apa," kata Widyayu saat dihubungi, Jumat (17/12/2021).

Masalah ini pun telah sampai ke Pemkab Karanganyar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Inspektorat Karanganyar Suprapto menyampaikan, saat ini, tim penyelesaian masalah melakukan klarifikasi dengan memanggil panitia desa, kades, dan camat.

"Baru taraf klarifikasi. Data-data sedang dikumpulkan dan nanti akan dibicarakan oleh tim penyelesaian permasalahan Perdes itu."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved