Berita Banjarnegara Hari Ini

Diklaim Kini Lebih Manusiawi, Begini Cara Satpol PP Banjarnegara Perlakukan ODGJ

Sejumlah ODGJ yang biasa hidup di jalan di Kabupaten Banjarnegara nyatanya bisa menjalani kehidupan lebih baik setelah mendapat perawatan yang layak.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
ILUSTRASI - Pengelola bercengkerama dengan penghuni panti Pamardi Raharjo Bamjarnegara. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang menggelandang di jalan acap tak terperhatikan nasibnya.

Padahal, mereka yang sakit jiwa pun berpotensi bisa sembuh jika dirawat secara baik. 

Sejumlah ODGJ yang biasa hidup di jalan di Kabupaten Banjarnegara nyatanya bisa menjalani kehidupan lebih baik setelah mendapatkan perawatan yang layak. 

Baca juga: Kawasan Wisata Dieng Sebenarnya Masuk Wilayah Banjarnegara atau Wonosobo? Simak Penjelasan Ini

Baca juga: Fatal Akibatnya Jika Kamu Lakukan Aborsi Ilegal, Dokter RSI Banjarnegara: Tubuh Bisa Membusuk

Baca juga: 20 KPM PKH Banjarnegara Sudah Bisa Hidup Mandiri, Pemkab Beri Bantuan Modal Usaha Rp 2 Juta

Baca juga: Selamat! Desa Dieng Kulon Banjarnegara Dinobatkan sebagai Juara 2 Desa Wisata Terbaik ADW 2021

Ini tak lepas dari peran Satpol PP Kabupaten Banjarnegara yang bukan hanya mengambil mereka dari jalan, namun juga meneruskannya ke rumah sakit jiwa dan panti sosial. 

Sepanjang 2021, Satpol PP Kabupaten Banjarnegara mengamankan 15 ODGJ. 

"Penanganan ODGJ sekarang lebih manusiawi."

"Kami jemput, diobati bertahap, lalu dimasukkan panti, " kata Kepala Satpol PP Kabupaten Banjarnegara, Esti Widodo kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (11/12/2021). 

Esti mengatakan, penanganan ODGJ oleh pihaknya saat ini melalui pendekatan yang lebih manusiawi.

Seusai diamankan dari jalanan, ODGJ dibawa ke rumah sakit jiwa.

Pihaknya bekerja sama dengan rumah sakit yang memiliki klinik jiwa untuk perawatan ODGJ. 

Setelah kejiwaan ODGJ membaik, mereka kemudian dibawa ke Panti Pamardi Raharjo Banjarnegara untuk rehabilitasi lebih lanjut. 

Pembiayaan kesehatan mereka melalui Jamkesda dari APBD Kabupaten Banjarnegara.

Meskipun, mereka bukan warga asli Kabupaten Banjarnegara dan tak diketahui muasal daerahnya. 

"Dibuatkan surat keterangan domisili."

"Sehingga bisa dibiayai Jamkesda," katanya. (*)

Baca juga: Talud Rumah Warga Ambrol, Akses Menuju Grojogan Parang Ijo Karanganyar Sempat Tertutup

Baca juga: Siapakah Dia? Bupati Kebumen Sebut Masih Ada Pejabat Eselon III Suka Memainkan Anggaran

Baca juga: Pelaku Percabulan 15 Murid SD di Cilacap Sudah 18 Tahun Jadi Guru Agama, Terancam Dipecat dari PNS

Baca juga: Begini Kronologi Guru di Banyumas Dianiaya Pacarnya, Kompol Berry: Karena Korban Susah Dihubungi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved