Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Ganjar Pamerkan Program Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng, Seperti Ini Paparannya

Program Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam memfasilitasi kepemilikan rumah untuk warga miskin mendapat perhatian Nasional.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Program Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam memfasilitasi kepemilikan rumah untuk warga miskin mendapat perhatian nasional.

Inovasi bernama Jagani Omah Bareng Arum atau Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng Aplikasi Simperum ini dipamerkan Gubernur Ganjar Pranowo saat presentasi Kepala Daerah Terinovatif Kategori Provinsi dan Kabupaten.

Baca juga: Sudah Diputuskan Gubernur Ganjar, Upah Minimun Jateng Tahun 2022 Naik 0,78 Persen

Baca juga: Ganjar Lantik 132 Pejabat Fungsional di Semarang: Jadi Guru Harus Bisa Bentuk Karakter Anak-anak

Baca juga: Ganjar Gagas Formula UMP Ganda di Jateng, Kaitan Penetapan Besaran Upah Buruh Tahun Depan

Baca juga: Pakaian Ganjar Basah Kuyup, Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Banjarnegara

Acara tersebut merupakan kegiatan penghargaan tahunan yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bertajuk Innovative Government Award (IGA) 2021.

Jagani Omah Bareng Arum dipresentasikan karena pada 2020 menjadi satu dari top 10 inovasi pelayanan publik Jateng.

Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini Jateng yang asyik yang membahagiakan ayo bersama-sama memperbaiki rumah yang tidak layak huni,” kata Ganjar yang mengikuti secara virtual, Selasa (23/11/2021).

Jateng Gayeng Ndandani Omah Bareng ini menggunakan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Simperum) yang juga digunakan untuk akselerasi penanggulangan kemiskinan.

Aplikasi Simperum ini juga terintegrasi dengan SIDesa atau Sistem Informasi Desa Jawa Tengah.

Integrasi ini, kata Ganjar, akan mempercepat koordinasi lintas sektoral untuk mencapai target penanganan kemiskinan.

Inovasi ini juga diimplementasikan telah diproyeksikan ke total sasaran sebanyak 125 desa tersebar di 5 daerah yakni Kabupaten Brebes, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, dan Kebumen.

“Ketika nanti sampai akhir tahun ini (target) kemiskinan ekstrem mesti nol, kita sudah punya roadmapnya,” tegas Ganjar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved