Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Musim Penghujan Produksi Nira Merosot di Banjarnegara, Tiap Hari Paling Banyak Cuma 3 Kilogram

Di musim penghujan, saat curah hujan tinggi seperti saat ini, produksinya merosot karena produksi nira dari pohon kelapa menurun. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Seorang penderes sedang memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira bahan baku gula di Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Musim penghujan memengaruhi produktivitas gula di Kabupaten Banjarnegara.

Ini lantaran jumlah nira yang dihasilkan pohon kelapa pada musim hujan menurun. 

Kadimin, penderes sekaligus pengrajin gula kelapa asal Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara ini mengatakan, saat musim kemarau, keluarganya bisa memproduksi 6 hingga 7 kilogram setiap hari. 

Baca juga: Kunjungi Korban Selamat Longsor Banjarnegara, Ini Janji Mensos Tri Rismaharini

Baca juga: Tips Ketua IDI Banjarnegara, Tingkatkan Imun Tubuh Jadi Cara Ampuh Lawan Virus Dengue

Baca juga: Serulingmas Zoo Banjarnegara Gratiskan Tiket Masuk Pengunjung, Syaratnya Mau Disuntik Vaksin

Baca juga: Pagentan Banjarnegara Sedang Berduka, Empat Orang Tewas Tertimpa Longsor, Begini Cerita Pak Kades

Tetapi di musim penghujan, saat curah hujan tinggi seperti saat ini, produksinya merosot karena produksi nira dari pohon kelapa menurun. 

"Kalau kemarau bisa dapat hingga 7 kilogram."

"Pas musim hujan seperti saat ini hanya 2 hingga 3 kilogram per hari," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (22/11/2021). 

Produksi nira saat musim kemarau lebih banyak.

Tetapi dengan syarat musim terang itu tak berkepanjangan.

Saat kemarau panjang atau ekstrem, produksi nira juga pasti menurun. 

Menurunnya produksi nira di musim penghujan ini tak ayal memengaruhi pendapatan petani. 

Pengurus Koperasi Nira Kamukten Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Susanto tak menampik, produktivitas nira yang merosot memengaruhi suplai gula semut dari pengrajin ke koperasi.

Koperasinya selama ini menampung produk gula semut dari penderes di sejumlah desa. 

Tetapi, meski produksi gula di pengrajin menurun, ia memastikan stok gula di koperasinya masih cukup memenuhi kebutuhan ekspor ke Amerika dan Eropa. 

"Untuk target ekspor masih cukup."

"Karena ada fase produksi melimpah, kami masih bisa menyetok," katanya. (*)

Baca juga: Jenazah Serka Ari Tiba di Kendal, Prosesi Pemakaman Bakal Dipimpin KASAD Jenderal Dudung Abdurachman

Baca juga: Kehidupan Pesisir Kota Pekalongan Terpotret di Film Alang Alang, Diputar di Layar Lebar Awal 2022

Baca juga: Rambutan Jadi Sirup dan Selai, Begini Cara Warga Pemalang Pamer Produk ke Wagub Jateng

Baca juga: Ini Alasan Warga Belum Boleh Masuk Alun-alun Kota Tegal, Padahal Pagar Seng Sudah Dibongkar

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved