Breaking News:

Berita Semarang

Protes Pemerintah Tak Urus Warga Terdampak Perubahan Iklim, Walhi Jateng Tenggelamkan 10 'Pejabat'

10 patung bergaya kontemporer menyerupai pejabat pemerintah ditenggelamkan di kampung pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, Jumat (5/11/2021).

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Walhi Jateng dan seniman Kota Semarang menenggelamkan 10 manekin menyerupai pejabat pemerintah dalam aksi protes di kampung pesisir Tambakrejo, Kota Semarang, Jumat (5/11/2021). 

Melihat hal itu, krisis iklim harus di respon secara serius dan pemerintah harus punya ambisi dalam penanganan.

Selain itu, perhatian lebih juga harus diberikan kepada masyarakat yang terdampak krisis iklim, salah satunya adalah Kampung Tambakrejo.

"Saya harap, Pemkot Semarang melihat masyarakat pesisir harus segera ditangani. Jangan hanya bicara infrastruktur tetapi masyarakatnya harus diperhatikan," ungkapnya.

Sementara, 10 patung yang menggambarkan pejabat pemerintah tersebut merupakan karya dua seniman Semarang, yakni Gunawan dan Muji Konde.

Baca juga: PSISa Salatiga Taklukkan Ebod Jaya Kebumen 1-0 di Liga 3 Jateng, Gol Disumbang Anggi Rio Putra

Baca juga: Korban Tenggelam di Sungai Lingga Banyumas Ditemukan Tewas, Operasi Pencarian Dihentikan

Baca juga: Polisi Tak Temukan Bekas Pengereman di Lokasi Kecelakaan Vanessa Angel, Kecepatan Mobil Didalami

Baca juga: Aksi Kejar-kejaran Terjadi di Sidomulyo Kebumen, Pemilik Pergoki Pencuri Bawa Kabur Motor

Menurut Gunawan, pembuatan patung itu membutuhkan waktu sepekan.

"Kami menangkap apa yang digaungkan Walhi Jateng dengan karya 10 patung kontemporer tersebut," terang Gunawan.

Menurutnya, patung yang dibuat sengaja digambarkan memakai pakaian khas pejabat, yakni jas, serta berpenampilan dengan rambut klimis.

Raut wajah patung tak dibuat mirip pejabat tertentu, semua tinggal penafsiran masyarakat.

"Kami hanya ingin masyarakat memahami pesan karya ini berupa patung manekin pejabat yang ditaruh dengan fragmen tempat daratan yang tenggelam," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved