Berita Cilacap
41 Rumah di Dayeuhluhur Cilacap Rusak Akibat Tanah Gerak, Warga Terpaksa Mengungsi
Intensitas hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah di Dusun Cilulu, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
"Jangan bersedih, lakukan aktivitas seperti biasa. Yang ke sawah, ke sawah lagi, yang ke kebun ke kebun lagi."
"BBWS Citanduy akan segera menangani jalan yang longsor dan retak agar bisa dilalui lagi," imbuhnya.
Baca juga: Protes Pemerintah Tak Urus Warga Terdampak Perubahan Iklim, Walhi Jateng Tenggelamkan 10 Pejabat
Baca juga: PSISa Salatiga Taklukkan Ebod Jaya Kebumen 1-0 di Liga 3 Jateng, Gol Disumbang Anggi Rio Putra
Baca juga: Korban Tenggelam di Sungai Lingga Banyumas Ditemukan Tewas, Operasi Pencarian Dihentikan
Baca juga: Polisi Tak Temukan Bekas Pengereman di Lokasi Kecelakaan Vanessa Angel, Kecepatan Mobil Didalami
Bupati menyampaikan, dari BPBD akan mendata rumah-rumah yang terdampak untuk bisa direhab.
Sementara, dari Dinas Sosial juga akan membantu logistik makanan.
Bappeda juga akan bertindak mengetahui perlu tidaknya relokasi. Namun, untuk relokasi, menunggu kajian terlebih dahulu.
Banjir dan Tanah Longsor di Wanareja
Sementara, intensitas hujan yang tinggi juga mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Wanareja.
Banjir menyebabkan air Sungai Cigeugeumeuh di Desa Limbangan melimpas dan menggenangi sejumlah desa dan pasar.
Selain itu, banjir juga menyebabkan tanah longsor di tiga dusun. Longsor juga mengakibatkan akses jalan desa tidak bisa dilalui.
Tanah longsor juga terjadi di Dusun Sidamulya, Desa Majingklak.
Tebing setinggi 10 meter dan lebar 10 longsor menutup jalan desa dan mengakibatkan putusnya aliran listrik.
Di Desa Purwasari, banjir menyebabkan tanggul Sungai Citanduy mengalami abrasi dengan panjang 18 meter dan lebar 10 meter.
Kepala BBWS Cintanduy Bambang Hidayah mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya penanganan banjir dengan menurunkan alat berat.
"Untuk Sungai Cigeugeumeuh yang meluap, kami sudah melakukan aksi, yaitu menurunkan alat berat namun kami masih kesulitan akses ke lokasi."
"Sementara ini, alat masih stand by di desa. Rencana, kami akan menurunkan dua alat untuk mengeruk sungai. Hasil dari kerukan tersebut akan kami buat tanggul darurat," katanya. (Tribunbanyumas/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-cilacap-tatto-suwarto-pamuji-cek-lokasi-pergerakan-tanah-di-cilulu-kamis-4112021.jpg)