Breaking News:

Berita Cilacap

41 Rumah di Dayeuhluhur Cilacap Rusak Akibat Tanah Gerak, Warga Terpaksa Mengungsi

Intensitas hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah di Dusun Cilulu, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HUMAS PEMKAB CILACAP
Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji bersama para kepala OPD meninjau lokasi pergerakan tanah di Dusun Cilulu, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kamis (4/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Intensitas hujan yang tinggi memicu pergerakan tanah di Dusun Cilulu, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.

Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami rusak ringan hingga rusak berat.

Rumah-rumah terdampak pergerakan tanah tersebut berada di RT 01 dan 03 RW 12.

Dari 42 rumah yang terdampak, lima di antaranya rusak berat, delapan rusak sedang, dan empat rusak ringan.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, warga mengungsi ke tempat yang lebih aman dengan menumpang di rumah kerabat.

Baca juga: Selamat! Pemural Asal Cilacap Juara 3 Bhayangkara Mural Festival di Mabes Polri

Baca juga: Banjir Rendam Rumah 360 KK di Cilacap, Warga di 131 Desa Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Baca juga: Pemkab Cilacap Serahkan Ambulans Covid ke Puskesmas, Sekda: Boleh Bawa Pasien Non-Covid, Fleksibel

Baca juga: Gerak Cepat Jasa Raharja Tangani Laka Lantas di Majenang Kab Cilacap

Camat Dayeuhluhur, Aji Pramono mengatakan, warga di dusun Cilulu saat pergerakan tanah terjadi, warga segera meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.

"Alhamdulillah, karena pergerakan tanah yang tidak langsung, warga masyarakat telah mengantisipasi dengan mengungsi ke tempat yang lebih aman sehingga tidak ada korban jiwa," ujar Aji dalam rilis yang diterima, Jumat (5/11/2021).

Kejadian pergerakan tanah di wilayah kecamatan Dayeuhluhur ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya terjadi di tahun 2003.

Dalam kajian geologi yang pernah dilakukan di wilayah tersebut, diprediksi pergerakan tanah akan terjadi lagi 20 tahun kemudian.

Aji Pramono mengaku telah melakukan langkah-langkah penanganan, di antaranya dengan membentuk posko.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved