Berita Jawa Tengah
Pihak Keluarga Temukan Keganjilan Kematian Gilang, Wajahnya Penuh Luka, Pasca Diklat di UNS Solo
Kabar bahwa Gilang meninggal dunia didapatkan keluarga dari dua perwakilan mahasiswa yang mendatangi rumah pada Senin (25/10/2021) pukul 02.00.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pihak keluarga tidak menyangka saat melihat kondisi jenazah Gilang (21), mahasiswa UNS Surakarta yang meninggal dunia seusai mengikuti diklat di kampus.
Berdasarkan informasi, sebelumnya Gilang mengikuti diklat di kampus.
Kegiatan tersebut digelar selama dua minggu.
Baca juga: Menyoal Wacana Ganjil Genap di Karanganyar, Pelaku Usaha Minta Pemerintah Mempertimbangkan Lagi
Baca juga: Karanganyar Jadi Lokasi Uji Coba Sensus Pertanian 2023, BPS: Kami Hanya Ambil Sampel Terbatas
Baca juga: Mobil Knalpot Brong Bikin Resah Warga Jumantono Karanganyar, Polisi: Pengemudi Kuliah di Surakarta
Baca juga: Pemohon Layanan Terpadu Bisa Suntik Vaksin di Satlantas Polres Karanganyar, Loh. Begini Caranya
Dari pantauan di rumah duka yang terletak di Dukuh Keti RT 02 RW 05 Dusun Nglegok, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, para pelayat datang silih berganti.
Paman korban, Sutarno menyampaikan, Gilang mengikuti diklat Menwa sejak Jumat (22/10/2021).
Selama mengikuti kegiatan itu, Gilang tidak menginap di kampus.
"Tidak menginap."
"Selama pulang pergi kondisinya sehat," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (25/10/2021).
Dia menceritakan, kabar bahwa Gilang meninggal dunia didapatkan keluarga dari dua perwakilan mahasiswa yang mendatangi rumah pada Senin (25/10/2021) pukul 02.00.
Mahasiswa itu mengabarkan, Gilang sudah berada di RSDM Surakarta.
Mendapati informasi tersebut pihak keluarga lantas mendatangi rumah sakit yang dimaksud.
"Ada dua perwakilan, cowok cewek," ucapnya.
Saat itu, orangtua Gilang yang ke rumah sakit tidak melihat kondisi anaknya yang meninggal dunia.
Hingga akhirnya jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans sekira pukul 06.00.
"Dari pihak rumah sakit sebenarnya diperbolehkan melihat jenazah, tapi orangtua tidak tega (melihat)," jelasnya.