Breaking News:

Hari Santri 2021

Semua ASN di Kota Tegal Wajib Pakai Baju Muslim, Wali Kota Dedy Yon: Hormati Hari Santri

Peringatan Hari Santri Nasional diramaikan penggunaan busana muslim di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jumat (22/10/2021).

TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMKOT TEGAL
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 di GOR Tegal Selatan, Kota Tegal, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Peringatan Hari Santri Nasional diramaikan penggunaan busana muslim di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal, Jumat (22/10/2021).

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, pihaknya memang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkot memakai pakaian muslim saat Hari Santri Nasional.

Bagi ASN pria, diminta memakai baju koko, sarung, dan peci.

Sedangkan ASN perempuan diwajibkan memakai atasan bewarna putih.

"Untuk menghormati Hari Santri, kami semua memakai baju koko dan sarung untuk ASN pria, dan baju muslimah untuk ASN wanita. Ini adalah wujud penghormatan kami untuk para syuhada, ulama yang berjuang untuk kemerdekaan," ungkap Dedy Yon dalam rilis yang diterima, Jumat.

Baca juga: Penataan Kawasan Kali Siwatu Kota Tegal Sudah 95 Persen, Tahun Depan Tinggal Bikin RTH

Baca juga: Catatan Bupati Tegal Sepanjang Pandemi: 427 Anak Sudah Kehilangan Orangtua

Baca juga: Kapolres Tegal Kota: Silakan Lapor Kami Kalau Jadi Korban Pinjol Ilegal

Baca juga: Kapasitas Pengunjung Wisata di Kota Tegal Diperlonggar, Sudah Boleh 70 Persen, Awalnya 50 Persen

Hari Santri Nasional di Kota Tegal diperingati lewat upacara bendera di GOR Tegal Selatan.

Upacara tersebut diikuti perwakilan santri se-Kota Tegal.

Dalam kesempatan itu, Dedy Yon Supriyono menjelaskan, Hari Santri Nasional tahun ini mengangkat tema 'Santri Siaga Jiwa Raga'.

Ia mengatakan, siaga jiwa memiliki arti, santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak.

Santri juga berpegang terguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil'alamin, serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

Sedangkan siaga raga berarti, badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri harus didedikasikan untuk Indonesia.

"Jadi, siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren yang tidak hanya mengajarkan kepada santri-santrinya tentang ilmu dan akhlak."

"Melainkan, juga tazkiyatun nafs, yaitu menyucikan jiwa dengan cara digembleng melalui berbagai tirakat lahir dan batin, yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved