Berita Jawa Tengah
Pegawai Pria Pemkab Karanganyar Kenakan Baju Koko dan Sarung, Disebut Bagian Peringati Hari Santri
Juliyatmono meminta para santri serta masyarakat pada umumnya untuk turut berperan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Semua pegawai Pemkab Karanganyar turut menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 dengan mengenakan pakaian koko dan sarung serta pakaian muslimah, Jumat (22/10/2021).
Melalui Surat Edaran Sekda Kabupaten Karanganyar Nomor 451/4.572.1.2 tertulis dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021, diharapkan karyawan-karyawati yang beragama Islam mengenakan pakaian koko dan sarung bagi laki-laki dan pakaian muslimah bagi perempuan.
Baca juga: Urus SIM Bisa Sekalian Vaksin Covid, Tersedia Gerai Vaksinasi Presisi di Polres Karanganyar
Baca juga: Bupati Minta Warga Karanganyar Ikut Awasi Peredaran Rokok Ilegal, Contoh Sederhananya Seperti Ini
Baca juga: Di Karanganyar, Bantuan Khusus PKL dan Pemilik Warung Mulai Disalurkan, Nilainya Rp 1,2 Juta
Baca juga: Penginapan di The Lawu Park Karanganyar Sudah Full, Grojogan Sewu Tawangmangu Padat Pengunjung
Dari pantauan Tribunbanyumas.com di Kantor Disdikbud serta Diskominfo Kabupaten Karanganyar, Jumat (22/10/2021), terlihat beberapa pegawai laki-laki mengenakan koko dan sarung.
Sedangkan pegawai perempuan mengenakan pakaian muslimah.
Sekda Kabupaten Karanganyar, Sutarno menyampaikan, kegiatan ini bukan kali pertama dilakukan oleh pegawai di Lingkungan Pemkab Karanganyar.
Para pegawai juga memperingati HSN dengan berpakaian koko dan sarung serta pakaian muslimah pada tahun lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama jajaran Forkopimda juga turut memperingati HSN dengan menggelar upacara bersama para santri di Ponpes Darul Quran, Desa Paulan, Kecamatan Colomadu.
Juliyatmono menyampaikan, peringatan HSN memiliki tema berbeda-beda setiap tahunnya.
Lanjutnya, santri siaga jiwa raga menjadi tema peringatan HSN tahun ini.

Adapun maksud dari siaga jiwa ialah santri tidak tidak lenggah menjaga kesucian hari dan akhlak dengan berpegang teguh pada akidah nilai dan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.
"Maksud (tema) adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia yang selalu siap siaga menyerahkan jiwa raga membela Tanah Air."
"Lalu mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian dunia," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (22/10/2021).
Mengingat saat ini masih dalam pandemi Covid-19, Juliyatmono meminta para santri serta masyarakat pada umumnya untuk turut berperan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Sehingga dapat bangkit dari situasi pandemi Covid-19. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas