Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Kudus Jadi Rujukan Pendirian Kawasan Industri Hasil Tembakau, Contoh Kunjungan Pemkab Kediri Ini

"Meskipun tidak terlalu besar, kami bisa meningkatkan DBHCHT untuk industri rokok sehingga bisa meningkatkan pendapatan daerah," kata Hartopo.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
PEMKAB KUDUS
Kunjungan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (kiri) ke Kabupaten Kudus, Kamis (21/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kabupaten Kudus menjadi rujukan berbagai daerah untuk ditiru.

Sebab, kawasan tersebut mampu mengakomodir pelaku usaha kecil produsen rokok.

Tercatat ada sejumlah daerah yang telah berkunjung ke Kudus untuk mengecek langsung KIHT.

Misalnya dari Kabupaten Malang dan Pamekasan.

Baca juga: Warga Enggan ke Rumah Sakit selama Pandemi Covid, Klaim JKN RSUD Loekmono Hadi Kudus Turun 50%

Baca juga: Ikuti Vaksinasi Covid di RS Mardi Rahayu Kudus, Lansia Dapat Pemeriksaan Gratis Gula Darah

Baca juga: Ikuti Vaksinasi Covid di RS Mardi Rahayu Kudus, Lansia Dapat Pemeriksaan Gratis Gula Darah

Baca juga: Inilah Ampyang Maulid, Tradisi Warga Loram Kulon Kudus Tiap Maulid, Berikut Bentuknya

Kali ini, Kamis (21/10/2021), Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, berikut jajarannya bertandang ke KIHT Kudus.

Kedatangan rombongan dari Kediri itu disambut Bupati Kudus HM Hartopo.

Menurutnya, Kabupaten Kudus tak memiliki perkebunan tembakau, namun memiliki berbagai pabrik rokok.

Adanya beragam pabrik rokok tersebut memunculkan dampak baru, yakni peredaran rokok ilegal

"Berbagai produk rokok bermunculan mengakibatkan banyak rokok ilegal yang beredar."

"Oleh karena itulah, kami koordinasikan dengan Bea Cukai untuk menggagas berdirinya KIHT dalam upaya menekan peredaran rokok ilegal," kata Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (21/10/2021). 

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved