Berita Jawa Tengah
Hartopo: Kudus Perlu Studi Banding Luar Daerah Mengenai Pengarusutamaan Gender
Dengan study banding diharapkan akan menambah nilai khusus yang bisa diterapkan di Kabupaten Kudus mengenai pengarusutamaan gender.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemkab Kudus kembali menorehkan prestasi.
Kali ini mendapat penghargaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kategori Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, kategori level madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).
Pengumuman tersebut disampaikan secara virtual Kementerian P3A secara Virtual.
Baca juga: Tak Perlu ke Semarang, Warga Kudus Bisa Urus Paspor di Disdukcapil. Sebulan Hanya Dibuka Dua Hari
Baca juga: Nenek di Kudus Lapor Polisi, Ditindih dan Diajak Berhubungan Badan Remaja 17 Tahun
Baca juga: Serahkan Banpol Rp 1,1 Miliar ke Partai Politik, Bupati Kudus Sentil Soal Pendidikan Politik dan LPj
Baca juga: Mengapa Level PPKM di Kudus Bisa Naik? Hartopo Beberkan Terkait Kendala NIK Lansia
Dalam kesempatan itu, Bupati Kudus HM Hartopo berikut istrinya, Mawar Hartopo yang juga Ketua TP PKK Kudus.
Atas torehan prestasi tersebut, Hartopo menaruh apresiasi atas penghargaan yang diraih Pemkab Kudus.
"Apresiasi sekali terhadap apa yang telah diraih Kabupaten Kudus dalam penganugerahan penghargaan PUG kategori APE level Madya," kata Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (13/10/2021).
Hartopo juga berharap Kabupaten Kudus dapat selalu naik kelas dalam penghargaan tersebut setiap tahunnya.
"Alhamdulillah naik kelas, yang dahulunya di tingkat pratama, sekarang naik di tingkat madya."
"Harapan kami tahap demi tahap dapat melalui untuk ke depan agar selalu naik kelas," harapnya.
Pihaknya juga menambahkan, perlunya studi banding ke luar daerah dengan harapan mendapatkan bekal agar dapat diterapkan di Kabupaten Kudus.
"Maka dari itu, baiknya juga perlu studi banding, menimba ilmu di daerah lain agar dapat diimplementasikan di Kabupaten Kudus."
"Yakni kaitannya penanganan kekerasan anak, perlindungan anak, dan perempuan," pesan Hartopo.
Pihaknya menilai, di zaman sekarang adalah zamannya emansipasi wanita.
Yang artinya perempuan pun dapat memegang peranan penting dalam kehidupan.
"Zaman sekarang kan tidak menutup kemungkinan perempuan masuk ke dalam sebuah organisasi struktural (pimpinan)."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/hartopo-menyoal-pengarusutamaan-gender.jpg)