Berita Jawa Tengah

Hartopo: Kudus Perlu Studi Banding Luar Daerah Mengenai Pengarusutamaan Gender

Dengan study banding diharapkan akan menambah nilai khusus yang bisa diterapkan di Kabupaten Kudus mengenai pengarusutamaan gender.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
PEMKAB KUDUS
Bupati Kudus HM Hartopo sedang menghadiri pengumuman penghargaan pengarusutamaan gender secara virtual, Rabu (13/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Pemkab Kudus kembali menorehkan prestasi.

Kali ini mendapat penghargaan Pengarusutamaan Gender (PUG) Kategori Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, kategori level madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

Pengumuman tersebut disampaikan secara virtual Kementerian P3A secara Virtual.

Baca juga: Tak Perlu ke Semarang, Warga Kudus Bisa Urus Paspor di Disdukcapil. Sebulan Hanya Dibuka Dua Hari

Baca juga: Nenek di Kudus Lapor Polisi, Ditindih dan Diajak Berhubungan Badan Remaja 17 Tahun

Baca juga: Serahkan Banpol Rp 1,1 Miliar ke Partai Politik, Bupati Kudus Sentil Soal Pendidikan Politik dan LPj

Baca juga: Mengapa Level PPKM di Kudus Bisa Naik? Hartopo Beberkan Terkait Kendala NIK Lansia

Dalam kesempatan itu, Bupati Kudus HM Hartopo berikut istrinya, Mawar Hartopo yang juga Ketua TP PKK Kudus.

Atas torehan prestasi tersebut, Hartopo menaruh apresiasi atas penghargaan yang diraih Pemkab Kudus.

"Apresiasi sekali terhadap apa yang telah diraih Kabupaten Kudus dalam penganugerahan penghargaan PUG kategori APE level Madya," kata Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (13/10/2021).

Hartopo juga berharap Kabupaten Kudus dapat selalu naik kelas dalam penghargaan tersebut setiap tahunnya. 

"Alhamdulillah naik kelas, yang dahulunya di tingkat pratama, sekarang naik di tingkat madya."

"Harapan kami tahap demi tahap dapat melalui untuk ke depan agar selalu naik kelas," harapnya. 

Pihaknya juga menambahkan, perlunya studi banding ke luar daerah dengan harapan mendapatkan bekal agar dapat diterapkan di Kabupaten Kudus.

"Maka dari itu, baiknya juga perlu studi banding, menimba ilmu di daerah lain agar dapat diimplementasikan di Kabupaten Kudus."

"Yakni kaitannya penanganan kekerasan anak, perlindungan anak, dan perempuan," pesan Hartopo

Pihaknya menilai, di zaman sekarang adalah zamannya emansipasi wanita.

Yang artinya perempuan pun dapat memegang peranan penting dalam kehidupan. 

"Zaman sekarang kan tidak menutup kemungkinan perempuan masuk ke dalam sebuah organisasi struktural (pimpinan)."

"Dengan study banding diharapkan akan menambah nilai khusus yang bisa diterapkan di Kabupaten Kudus mengenai pengarusutamaan gender," katanya. (*)

Baca juga: RSUD Cilacap Luncurkan Sistem Digital, Pendaftaran Berobat Bisa Dilakukan H-1 Lewat Daring

Baca juga: Dulu Dikenal Kumuh, Kampung KB Gadis Tegalreja Cilacap Kini Bersih dan Aman, Jadi Jujugan Study Tour

Baca juga: Warga Cibangkong Banyumas Ditangkap Anggota Polres Purbalingga, Ada Sabu 0,5 Gram di Kamar Kos

Baca juga: Warga Cibangkong Banyumas Ditangkap Anggota Polres Purbalingga saat di Kos, Ditemukan Sabu 0,5 Gram

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved