Berita Jawa Tengah

Program Mageri Segara - Jateng Sambut Cepat Trigger Presiden Jokowi, Kini Diawali Pihak Kepolisian

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti kegiatan "Polda Jateng Mageri Segara" bersama Kapolda Jateng, Pangdam IV/Diponegoro dan Forkompinda

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti kegiatan "Polda Jateng Mageri Segara", di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, DEMAK - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengikuti kegiatan "Polda Jateng Mageri Segara" bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjend TNI Rudianto, dan Forkompinda di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (12/10/2021).

"Kemarin mendampingi Presiden, trigger-nya luar biasa."

"Jateng menyambut cepat dan justru yang memulai dari Polda."

"Kita tinggal backup dan gaspol."

"Ini upaya kita, tidak hanya 'mageri segara' tetapi juga menyelamatkan bumi dan kemanusiaan," kata Ganjar di lokasi.

Baca juga: Sebentar Lagi Musim Penghujan, Gubernur Ganjar: Waktunya Warga Jateng Posisi Siaga Bencana

Baca juga: Jateng Genjot Vaksinasi Berbasis Desa, Gubernur Ganjar: Jadi Syarat Status Level PPKM

Baca juga: Libur Panjang Akhir Tahun Jadi Ancaman Kenaikan Kasus Covid-19, Ganjar: Kuncinya Prokes

Baca juga: Ganjar Apresiasi Indonesia Urban Water Sanitation And Hygiene Penyehatan Lingkungan

Ganjar menuturkan, sebelum datang ke lokasi penanaman mangrove, ia sempat berkeliling di Desa Bedono sampai di Pantai Morosari.

Saat sampai di pantai, ia bertemu dengan seorang ibu-ibu yang sudah lama berjualan dan bekerja di areal pantai itu.

Ia mendengarkan cerita dari bahwa dulu daerah itu merupakan daratan dengan pasir putih tetapi sekarang sudah tenggelam.

"Ibu itu menunjukkan ada makam di ujung."

"Katanya dari makam sampai sini (tempat berjualan) dulu itu daratan dengan pasir putih."

"Hari ini sudah tidak ada."

"Lalu ia bercerita bagaimana survive sebagai orang pesisir pantai dengan penghasilan yang cukup besar dari laut," ujarnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jawa Tengah itu menjelaskan tantangan dalam mengelola wilayah pesisir seperti daerah Sayung.

Land subsidence di daerah itu cukup tinggi bahkan lebih cepat dari kenaikan air laut karena disebabkan pengambilan air tanah berlebihan.

"Lalu soal tata ruang, kalau bisa dikontrol dengan baik maka bisa dikendalikan."

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved