Berita Semarang
Cegah Anak Kecanduan Gadget, Warga Karangklesem Banyumas Gelar Festival Dolanan Bocah
Warga RT 04 RW 03 Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, menggelar Festival Dolanan Bocah.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Keprihatinan warga RT 04 RW 03 Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, atas banyaknya anak yang kecanduan gawai atau gadget mendorong mereka menggelar Festival Dolanan Bocah.
Lewat festival ini diharapkan, anak-anak menemukan keasyikan bermain bersama teman sebaya sehingga bisa terlepas dari kecanduan mereka bermain gadget.
Upaya ini pun membuahkan hasil. Festival yang digelar tiga bulan terakhir, terbukti ampuh membuat anak-anak lebih memilih bermain bersama teman-teman sebaya.
"Di lingkungan kami, kini (anak-anak) sibuk dengan dolanan tradisional, semisal jalan egrang, permainan karet, gobag sodor."
"Hal ini sesuai dengan yang kami cita-citakan agar anak makin aktif dan pintar bersosialisasi," ujar Ketua RT 04 RW 03, Saihun (45), kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (3/10/2021).
Baca juga: Korem 071 Wijayakusuma Banyumas Datangi Lansia dari Rumah ke Rumah untuk Percepat Capaian Vaksinasi
Baca juga: Memasuki Musim Hujan, BPBD Banyumas Minta Warga di Tepi Sungai Pelus dan Kali Bener Siaga Banjir
Baca juga: Cegah Klaster Sekolah, RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Banyumas Siapkan 10 Ribu Vaksin bagi Pelajar
Baca juga: Solusi Siswa Tak Bosan Belajar Daring, Dindik Banyumas Dorong Guru Manfaatkan Berbagai Aplikasi Ajar
Saihun mengatakan, sejak pandemi Covid-19, anak-anak di lingkungannya memiliki kebiasaan baru.
Mereka cenderung bergantung kepada gawai, baik untuk bermain media sosial maupun gim daring.
Akibatnya, aktivitas bersosialisasi mereka kurang.
Hal ini membuat warga mulai meramu kegiatan yang diharapkan bisa membuat anak semakin aktif dan menjadi generasi unggul.
Tiga bulan digelar, mereka mulai melihat dampak positif dari Festival Dolanan Bocah itu.
Anak-anak di wilayah tersebut kini sudah mulai terlepas dari kecanduan gawai dan justru asyik bermain di lingkungan dengan berbagai permainan.
Selain permainan anak, warga juga kadang menggandeng sejumlah seniman di wilayah Kabupaten Banyumas untuk memeriahkan festival.
Satu di antaranya, kelompok lawak Banyumasan 'DISIS' yang memiliki ciri khas menampilkan karakter punakawan.
"Kami, kali ini, menggandeng DISIS, satu grup lawak yang cukup ternama di Kabupaten Banyumas, dalam rangka menumbuhkan minat seni dan kesadaran akan budaya Banyumasan kepada anak-anak," katanya.
"Anak-anak terlihat sangatlah aktif dan terjalin kegiatan yang sangatlah interaktif bersama para punakawan, Semar, Gareng, Petruk, Bawor," kata salah satu warga RT 4 RW 3, Yoga Bagaus Wicaksana.
Baca juga: Gunakan PLTS, Ponpes Tanbihul Ghofilin Banjarnegara Bisa Berhemat Tagihan Listrik PLN hingga Separo
Baca juga: Kasus Prostitusi Anak Terungkap di Kota Semarang, Mucikari Masih Remaja. Semalam Layani 2 Pelanggan
Baca juga: KA Kamandaka dan Joglosemarkerto Kembali Beroperasi Mulai 4 Oktober 2021, Penumpang Tak Perlu PCR
Anak-anak terlihat sangat antusias dan tak nampak sedikitpun rasa canggung saat berinteraksi dengan para seniman.
Terlebih, ketika mereka melakukan permainan karakter pantomim bersama personel DISIS.
Mereka berbondong-bondong berebut giliran untuk memainkan gaya pantomim.
Salah satu personel DISIS, Didit Chaw (28), mengaku senang bisa membantu mengisi acara di wilayah ini.
"Anak-anak terlihat seperti burung yang lepas dari sangkarnya, mereka sangatlah ceria dan antusias," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)