Berita Jawa Tengah

160 Peternak Gulung Tikar di Kendal, Dampak Anjlognya Harga Telur, Tiap Kilogram Merugi Rp 6.000

160 peternak di Kabupaten Kendal gulung tikar karena tidak bisa menyeimbangkan pendapatan dengan penghasilan selama PPKM berlangsung.

Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MASUM
Peternak ayam petelur yang tergabung dalam koperasi unggas sejahtera Sukorejo membagikan 2.500 butir telur rebus kepada warga Lapas dan masyarakat, Jumat (1/10/2021). 

Ia juga khawatir, 18 ribu orang yang menggantungkan hidupnya di bidang peternakan ayam petelur akan terancam kehilangan pekerjaan secara bertahap.

Jika, pemerintah tidak bisa mengembalikan harga standar telur secepat mungkin.  

"Harga ideal Rp 20.000 saja baru bisa menutup biaya pakan ayam."

"Kalau harga saat ini Rp 15.500, gak akan sampai, pasti rugi," tegasnya.

Namun demikian, Suwardi bersama para peternak lainnya saat ini berupaya penuh agar 18 ribu pekerja masih tetap bekerja meskipun dengan kondisi yang tidak seimbang.

Ia berharap, ada perbaikan harga minimal bisa menutup biaya produksi peternak.

Misal pemerintah memberikan kelonggaran kegiatan sosial kemasyarakatan secara bertahap, membuka tempat rekreasi, dan pasar-pasar agar produksi telur bisa terserap oleh masyarakat. 

"Daya beli telur rendah, bisa disiasati pemerintah dalam memberikan bantuan dengan telur dari peternak."

"Bisa juga dimanfaatkan untuk bantuan pencegahan angka stunting agar kami tetap bisa bertahan ke depannya," harap Suwardi.

Gerakan ASN Borong Telur

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berjanji, dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran (SE) kepada para ASN Kabupaten Kendal agar memborong telur dari peternak.

Kebijakan itu sudah diawali seusai menggelar audiensi dengan pelaku Koperasi Unggas Sejahtera Sukorejo.

Ia berharap, hal ini bisa menjadi salah satu solusi untuk membantu para peternak telur agar bisa keluar dari masa sulit.

Disamping itu, Dico juga berkomitmen akan mencarikan solusi lain agar harga telur bisa terangkat kembali.

"Jadi ini adalah isu nasional karena harga telur masih jatuh, turun."

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved