Berita Banyumas
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Iwan Gowes dari Purwokerto-Monumen Pancasila Sakti. Butuh 4 Hari
Warga Purwokerto, ini punya cara tersediri memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Dia rela gowes empat hari untuk sampai di Monumen Pancasila Sakti.
"Ingin masuk tapi kalau udah denger kayak gini, masak kita nggak menghormati? Ya kita harus menghargai," ujar Iwan.
Beredar informasi bahwa Monumen Pancasila Sakti akan kembali dibuka untuk umum pada Sabtu (2/10/2021). Namun, Iwan tidak berniat ke monumen itu lagi.
Tujuan selanjutnya adalah rumah saudaranya di daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
"Mau ke Lebak Bulus dulu, tempat saudara. Paling, satu dua hari, terus pulang ke Purwokerto," kata Iwan.
Iwan juga tidak berniat sekadar mampir di basecamp Kosti Jakarta Timur yang hanya berjarak beberapa kilometer dari Monumen Pancasila Sakti.
Padahal, Sekjen Kosti Jakarta Timur Andre sudah menawarinya mampir beristirahat.
"Udah ditungguin (saudara) masalahnya. Udah dihubungi," ucap Iwan.
Pilih gowes sendiri
Iwan menempuh jarak lebih kurang 350 kilometer, dari Purwokerto ke Lubang Buaya, menggunakan ontel tanpa didampingi teman-teman di komunitas.
"Ya namanya orang punya kesibukan sendiri-sendiri. Kalau saya kan belum ada kesibukan, jadi bisa. Ada waktu," ujar Iwan.
"Orang namanya di komunitas kan siapa yang punya waktu, berangkat," kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai pencuci mobil itu.
Baca juga: Diiming-imingi 2 Kambing, 1000 Warga Banyukuning Kabupaten Semarang Akhirnya Mau Divaksin Covid
Baca juga: Anda Suka Singkong? Kunjungi Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga, Tersedia 23 Varian Makanan
Baca juga: Wali Kota Semarang Rilis 83 Sekolah Swasta Gratis Jenjang TK-SMP, Berikut Daftarnya
Baca juga: Viral Video Kades Kalijunjar Banjarnegara Cabut Papan Reklame, Kesal Picu Gangguan Listrik
Iwan mengaku lebih memilih gowes sendiri karena fleksibel.
"Mau istirahat di mana-mana kan enak," kata dia.
Selama di perjalanan, Iwan sempat mengalami masalah. As roda sepedanya menghantam beton di jalan. Itu terjadi di Indramayu, Jawa Barat.
"Pas ada pengecoran, jadi belakang ada mobil, diklakson saya turun. Enggak tahu ada lubang, masuk di situ," ujar Iwan.