Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banyumas

Lulus dari UMP Purwokerto, Mahasiswa Asal Turki: Kuliah di Sini Banyak Praktik daripada Teori

Prosesi wisuda lulusan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/9/2021), terasa istimewa.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS UMP
Sait Arslan SKom, mahasiswa asal Turki yang diwisuda di Kampus UMP, memberi pidato kelulusan, Sabtu (25/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Prosesi wisuda lulusan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/9/2021), terasa istimewa.

Apalagi, saat lulusan asal Turki, Sait Arslan, didaulat menyampaikan pengalaman belajar di Kota Keripik itu.

Arslan mengaku tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.

Empat tahun belajar di UMP dan tinggal di Purwokerto memberikan beragam pengalaman.

Mahasiswa program studi Teknik Informatika pada Fakultas Teknik dan Sains itu mengaku senang bisa menempuh studi di Indonesia, khususnya di Purwokerto.

Baca juga: Polda Jateng Buka 9 Sentra Vaksinasi Massal Covid bagi Mahasiswa, di Banyumas Dibuka di UMP

Baca juga: Program KKN Rampung, 137 Mahasiswa UMP Lepas Status Relawan di Pusat Isolasi Covid Banyumas

Baca juga: Pemuda asal Jipang Banyumas Hilang Sejak 20 September, Diduga Terperosok Jurang saat Dikejar Warga

Baca juga: FKUB Banyumas Gelar Lungguhan Bareng Tokoh Agama, Ini Maksud Tujuannya

Arslan tertarik belajar di Indonesia setelah melihat tawaran beasiswa dari UMP untuk warga asing.

Saat itu, sebenarnya, dia tengah menjalani perkuliahan di Pakistan.

Namun, dia ingin mencoba peruntungan dan mendaftar beasiswa tersebut hingga akhirnya diterima.

Keputusannya tak salah. Apalagi, setelah mempelajari budaya, makanan, dan tempat wisata yang ada, Arslan makin menyukai Indonesia.

"Orang di sini ramah-ramah, bahkan sering minta foto dengan saya," kata penyuka nasi goreng itu, sebagaimana rilis yang diterima, Minggu (26/9/2021).

Sesampai di Indonesia, Arslan harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Selama tiga bulan, dia mengikuti program bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) UMP.

Kemudian, sekitar tahun 2018, ia mulai mengikuti perkulihan di prodi Teknik Informatika.

Menurutnya, ada perbedaan proses belajar antara di Turki dan Indonesia.

"Kalau di Turki, banyak teorinya daripada praktik. Di Indonesia, justru banyak praktiknya," ungkap Arslan yang menyandang gelar SKom tersebut.

Baca juga: Dinilai Ikut Sekongkol, Tersangka Lelang Arisan Online Salatiga Minta Polisi Turut Menjerat 60 Admin

Baca juga: Wisata Wonosobo Mulai Dibuka, Ratusan Wisatawan Serbu Bukit Sikunir Menunggu Golden Sunrise

Baca juga: Sistem Ganjil Genap Diterapkan, Sejumlah Kendaraan Wisatawan Menuju Baturraden Diputar Balik

Baca juga: Pasar Janglot Sragen Terbakar, Saksi Lihat Api Muncul saat Cuaca Gerimis

Arslan bukan satu-satunya mahasiswa asing di UMP. Sejumlah mahasiswa dari berbagai negara turut meramaikan keragaman yang sudah ada di kampus tersebut.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved