Breaking News:

Berita Salatiga

Dinilai Ikut Sekongkol, Tersangka Lelang Arisan Online Salatiga Minta Polisi Turut Menjerat 60 Admin

Tak ingin masuk bui sendirian, tersangka kasus lelang arisan online Resa Agata, meminta polisi turut menjerat 60 admin atau reseller.

Penulis: hermawan Endra | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN ENDRA
Visnu Hadi Prihananto, kuasa hukum tersangka kasus lelang arisan online Salatiga Resa Agata, dalam konferensi pers di Salatiga, Sabtu (25/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Tak ingin masuk bui sendirian, tersangka kasus lelang arisan online Resa Agata Putri Nugraheni (24) atau Maryuni Kempling, meminta polisi turut menjerat 60 admin atau reseller.

Pasalnya, mereka terlibat dalam perekrutan anggota, bahkan telah menikmati keuntungan dari penghimpunan dana.

Hal ini disampaikan Kuasa Hukum Resa Agata, Visnu Hadi Prihananto, dalam konferensi pers di Salatiga, Sabtu (25/9/2021).

Visnu mengatakan, dalam sistem lelang arisan tersebut, para admin atau reseller mencari serta menghimpun dana dari member.

Mereka kemudian menyetorkan dana tersebut kepada kliennya, baik secara tunai maupun transfer bank.

Baca juga: Niat Awal Tipu Anggota, Bandar Lelang Arisan di Salatiga Ini Gasak Rp 4,7 Miliar untuk Biaya Hidup

Baca juga: Niat Cari Tambahan Biaya Berobat Anak, Warga Salatiga Ini Malah Dikejar Tagihan Member Arisan Online

Baca juga: Bukan Uang Rupiah, Waroeng Sak-sake Tingkir Salatiga Layani Pembayaran Makanan Pakai Rongsok

Baca juga: 21 Formasi CPNS 2021 di Kota Salatiga Tak Ada Peminat, Ini yang Akan Dilakukan Pemkot

Namun, ada juga reseller yang tidak menyetorkan uang hingga waktu jatuh tempo.

Ketika ditanya berapa total uang yang dibawa kliennya, sejak awal menjalankan aksi penipuan ini, Visnu mengaku belum memegang data.

Namun, keterlibatan reseller tersebut, ditegaskan Visnu, sudah cukup menjadi dasar aparat kepolisan untuk menetapkan mereka sebagai tersangka.

"Kami berharap, kepolisan mengungkap khasus ini secara terang benerang. Digali data keterlibatan admin yang kini masih bebas."

"Mereka semua sudah menikmati keuntungan, harus ditetapkan tersangka karena persekongkolan," kata Visnu.

"Banyak keuntungan yang telah diperoleh oleh para admin atau reseller. Kalau mereka melaporkan Resa, itu artinya maling teriak maling," imbuhnya.

Baca juga: Wisata Wonosobo Mulai Dibuka, Ratusan Wisatawan Serbu Bukit Sikunir Menunggu Golden Sunrise

Baca juga: Sistem Ganjil Genap Diterapkan, Sejumlah Kendaraan Wisatawan Menuju Baturraden Diputar Balik

Baca juga: Pasar Janglot Sragen Terbakar, Saksi Lihat Api Muncul saat Cuaca Gerimis

Visnu mengungkapkan, kliennya telah mengakui bahwa dari awal berniat melakukan penipuan.

Namun, ide melakukan aksi kejahatan tersebut berawal dari perintah suami siri Resa, berinisial B, yang kini tidak diketahui keberadaanya.

Ia juga mengungkapkan, dalam melakukan penipuan, kliennya merupakan owner sehingga tidak ada jaringan lain di atasnya.

Saat awal menjalankan aksi kejahatan ini, kliennya menempatkan modal Rp 300 juta. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved