Breaking News:

Berita Salatiga

Niat Awal Tipu Anggota, Bandar Lelang Arisan di Salatiga Ini Gasak Rp 4,7 Miliar untuk Biaya Hidup

Polisi mengungkap penipuan berkedok lelang arisan online senilai Rp 4,7 miliar dengan tersangka Resa Agata Putri Nugraheni (24), Jumat (24/9/2021).

Penulis: hermawan Endra | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN ENDRA
Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana saat konfrensi pers tindak penipuan dan penggelapan dengan modus lelang arisan online fiktif senilai Rp 4,7 miliar di Mapolres Salatiga, Jumat (24/9). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Polisi mengungkap penipuan berkedok lelang arisan online senilai Rp 4,7 miliar dengan tersangka Resa Agata Putri Nugraheni (24) atau yang akrab disapa Maryuni Kempling.

Dalam pemeriksaan terungkap, uang yang dihimpun dari anggota digunakan Resa untuk membeli mobil, motor, handphone, juga peralatan elektronik mewah untuk rumah tangga.

Hal ini disampaikan Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana dalam konferensi pers di Mapolres Salatiga, Jumat (24/9/2021).

Indra menjelaskan, penangkapan warga Perum Kota Baru No 124 RT 03 RW 13, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, itu berawal dari laporan seorang korban berinisial F, pada 7 September 2021.

Kronologis kejadiannya, sebelum kejadian atau sekitar bulan Juli 2021, F menghubungi Resa melalui pesan WhatsApp dan meminta list lelang arisan.

Resa pun mengirim list lelang arisan yang dimaksud sebagai jawaban. Dia juga menjanjikan keuntungan yang cukup besar dan dalam jatuh tempo sekitar dua pekan.

Baca juga: Buron Bawa Kabur Uang Miliaran Rupiah Anggota, Bandar Arisan Online di Salatiga Akhirnya Tertangkap

Baca juga: 21 Formasi CPNS 2021 di Kota Salatiga Tak Ada Peminat, Ini yang Akan Dilakukan Pemkot

Baca juga: 3.800 PKL dan Pedagang Warung di Salatiga Dapat Bantuan, Wali Kota: Maaf, saat PPKM Sering Ngoprak

Baca juga: Belum Punya Identitas Diri, Tahanan di Rutan Salatiga Ikuti Perekaman Data E-KTP

Tawaran ini pun membuat F tertarik.

"Pelapor sebelumnya sudah kenal dengan tersangka. Ada kesepakatan, di tanggal 12 Agustus, bahwa uang yang diberikan akan dilipat gandakan atau dilebihkan. Perjanjian kedua 16 Agustus, dengan cara transfer ke tersangka, hampir 10 kali," ujar Indra.

Sejak tanggal 3 Agustus 2021 hingga 12 Agustus 2021, secara bertahap, F mengirim uang senilai total Rp 71,3 juta, hingga sepuluh kali transaksi ke rekening Resa.

Jatuh tempo pertama tanggal 16 Agustus 2021 serta jatuh tempo terakhir adalah 28 Agustus 2021.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved