Breaking News:

Berita Blora

Puluhan Guru 4 SD dan 3 SMP di Blora Positif Covid, Hasil Tes Antigen sebelum PTM Digelar

Dinas Pendidikan Kabupaten Blora membatalkan rencana PTM terbatas di delapan sekolah setelah mendapati puluhan guru dan karyawan positif covid.

Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi pencegahan corona. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Dinas Pendidikan Kabupaten Blora membatalkan rencana pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di delapan sekolah setelah mendapati puluhan guru dan karyawan di sekolah tersebut positif Covid-19.

Hasil ini diketahui setelah dilakukan tes antigen yang ditindaklanjuti dengan PCR, sebagai persiapan menggelar PTM terbatas.

"Kami, sebelum melaksanakan PTM, sudah melakukan rapid antigen dan ternyata ada beberapa guru yang reaktif sehingga ditingkatkan ke PCR, hasilnya juga positif. Ya, off untuk delapan sekolahan," ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Hendi Purnomo saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Gubernur Ganjar Apresiasi Pemkab Blora, Temuan Kasus Positif Bukan Karena Pelaksanaan PTM

Baca juga: Kejari Blora Geledah Kantor Dindagkop UKM, Dalami Dugaan Korupsi Jual Beli Kios Pasar Cepu

Baca juga: Sungai Bengawan Solo Tercemar Limbah Ciu, Pencari Ikan di Ngloram Blora Ngaplo

Baca juga: Tak Hanya Pesawat Komersial, Bandara Ngloram Blora Juga Melayani Penerbangan Jet Pribadi

Hendi mengatakan, delapan sekolah tersebut adalah SD Negeri 1 Patalan, SD Negeri 2 Japah, SD Negeri 2 Patalan, SD 1 Bogorejo, MTs Diponegoro Japah, SMP 1 Kunduran, SMP Negeri 1 Kedungtuban, dan SMK Negeri 1 Jepon.

Selain itu, dirinya juga memberikan rincian jumlah tenaga pendidikan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di delapan sekolahan tersebut.

Dalam rincian tersebut, tertulis jumlah tenaga pendidikan yang terkonfirmasi positif Covid-19 di sekolah dasar sebanyak 14 orang, di sekolah menengah pertama sebanyak 20 orang, dan di tingkat sekolah menengah atas sebanyak 9 orang.

Hendi menjelaskan, semua tenaga pendidikan tersebut saat ini dalam kondisi baik dan masa isolasi mandirinya juga telah selesai.

"(Kondisinya) sudah baik, mungkin, mulai Senin besok, sudah on lagi. Ya, kelihatannya masa isomannya sudah selesai," kata Hendi.

Baca juga: Niat Awal Tipu Anggota, Bandar Lelang Arisan di Salatiga Ini Gasak Rp 4,7 Miliar untuk Biaya Hidup

Baca juga: Polda Jateng Buka 9 Sentra Vaksinasi Massal Covid bagi Mahasiswa, di Banyumas Dibuka di UMP

Baca juga: Pedagang Pasar Johar Semarang Bisa Mulai Pindahan, Dilarang Menambah dan Memaku Kios Baru

Baca juga: Jangan Lupa! Aturan Ganjil Genap ke Baturraden Mulai Diterapkan, Besok Khusus Kendaraan Nopol Ganjil

Guna mengantisipasi munculnya klaster Covid-19 di sekolah, dirinya mewajibkan seluruh siswa dan tenaga pengajar menjalani rapid antigen sebelum menggelar PTM.

"Lah, ini kan ada random untuk siswa, dan guru-guru tetap rapid antigen semuanya, yang pelaksanaan tatap muka ini untuk tes antigen para guru, termasuk siswa-siswi juga di-random, semuanya per kecamatan. Tadi, SMP Negeri 2 Blora, alhamdulillah negatif semua," jelas dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Puluhan Guru dan Karyawan Positif Covid-19, 8 Sekolah di Blora Batal Gelar PTM".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved