Berita Tegal
PKL Bersedia Direlokasi, Proyek City Walk di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal Langsung Digeber
Pekerjaan proyek city walk di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal, dilanjutkan lagi, Kamis (23/9/2021).
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Pekerjaan proyek city walk di Jalan Ahmad Yani Kota Tegal, dilanjutkan lagi, Kamis (23/9/2021).
Sekira empat pekerja terlihat sedang membongkar trotoar yang berada di sebelah barat jalan tersebut.
Sebelumnya, pekerjaan proyek mandeg karena dihentikan paksa oleh sejumlah pedagang kaki lima (PKL), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan mahasiswa.
Para PKL yang biasa berjualan di trotoar jalan tersebut keberatan atas pembangunan yang dilakukan.
Namun, mereka akhirnya luluh setelah ada dialog dengan pemerintah kota (pemkot) setempat, akhir pekan lalu.
Baca juga: PKL Jalan Ahmad Yani Tegal Legowo Direlokasi, Berharap Bisa Kembali saat Proyek Citywalk Rampung
Baca juga: Proyek Malioboro Kota Tegal Baru Dimulai Langsung Dihentikan Paksa, Ternyata Karena Hal Ini
Baca juga: Semoga Tidak Terjadi di Kota Tegal, Jangan Sampai Ada Sekolah Abai Protokol Kesehatan
Baca juga: Capaian Vaksinasi Kota Tegal Sudah 90 Persen, Dedy Yon: Akhir Oktober Bisa 99 Persen
Penghentian proyek tersebut membuat pekerjaan mengalami keterlambatan selama 17 hari.
Proyek yang diproyeksikan sebagai Malioboro-nya Kota Tegal tersebut bernilai Rp 9,7 miliar.
Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai Desember 2021.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal Sugiyanto berharap, pekerjaan dapat berjalan lancar meski sempat mengalami keterlambatan.
Terlebih, sudah ada kesepakatan dengan para PKL bahwa mereka siap untuk direlokasi semantara waktu.
"Harapan kami, dengan selesainya kesepakatan bersama teman-teman PKL dan mereka segera menempati lapak-lapak yang sudah disediakan maka kami segera melakukan pembangunan," kata Sugiyanto belum lama ini.
Sugiyanto menjelaskan, pekerjaan proyek akan dilakukan secara bertahap.
Mulai dari pembersihan, pembongkaran, dilanjutkan pekerjaan meterial berupa pembangunan.
Ia memastikan, pekerjaan proyek tidak akan menghentikan aktivitas masyarakat secara total. Hanya saja, mungkin ada sedikit gangguan.
"Diharapkan, nanti, penempatan material tidak akan mengganggu pengguna jalan. Sehingga, pekerjaan jalan dan aktivitas masyarakat juga jalan," ungkapnya. (*)
Baca juga: Pemkab Kudus Memprediksi UMK 2022 Bakal Sama dengan Tahun Ini, Begini Penjelasannya
Baca juga: Jalani Tes PCR, 44 Siswa SMP Negeri 4 Mrebet Dinyatakan Negatif Covid. Tetap Diisolasi di Sekolah
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 23 September 2021: Rp 1.863.000 Per 2 Gram