Berita Sragen

Pamit Bupati, Dua Atlet Sragen Minta Hadiah Jadi PNS saat Pulang dari PON XX Papua Nanti

Dua Srikandi Sragen, Fauziyyah Rahma Prastista dan Yufita Bunga Arofani, akan wakili Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Nasional XX Papua.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Fauziyyah Rahma Prastista (19) dan Yufita Bunga Arofani (20), dua atlet Sragen, bakal bergabung dengan kontingen Jawa Tengah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. 

"Yang pasti, akan ada reward dari pemerintah dengan kerja keras mereka yang membawa nama Sragen dan Jawa Tengah," ujarnya.

Terkait persiapan menuju PON Papua, Fani optimistis dapat pulang membawa hasil. Meski, dia mengakui, bakal menghadapi lawan tangguh, terutama dari kontingen Jawa Barat.

Keinginan menjadi PNS atau karyawan BUMN juga disampaikan Iffah yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester tiga jurusan Demografi dan Pencatatan Sipil UNS.

Baca juga: Tergabung di Grup Neraka, AHHA PS Pati Pastikan Siap Tempur Jalani Liga 2 Indonesia

Baca juga: Beri Kado Pengantin dan Orangtua Baru, Pemkab Kebumen Permudah Urus Administrasi Kependudukan

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 17 September 2021: Rp 1.875.000 Per 2 Gram

Iffah yang merupakan warga Taman Sari, Karangmalang, Sragen, ini mengatakan, berenang hanya menjadi hobi, bukan untuk menjadi pekerjaan.

Memang, kecintaannya terhadap renang sejak TK, telah membawanya memperoleh segudang prestasi.

Terakhir, dirinya meraih dua emas dan dua perunggu di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV 2019 yang diselenggarakan di Jakarta.

Iffah mendapatkan dua emas di cabang olahraga renang kategori limit dengan jarak 50 meter dan 100 meter.

Sementara, dua perak, dikantongi dari dikategori 50 meter gaya kupu dan 4x100 meter estafet gaya bebas.

Selama ini, Iffah digembleng di Klub Perisai Sukowati Sragen.

Lulusan SMA Negeri 2 Sragen ini pernah mendapatkan catatan terbaik di nomor 100 bebas dengan kecepatan 58,78.

PON XX di Papua ini menjadi PON keduanya setelah PON pertama, di Bandung pada 2016.

Pada ajang itu, dirinya mendapatkan medali perunggu. Di PON Papua ini, dirinya optimistis mendapatkan emas.

Selama mengikuti pelatihan di Semarang, Iffah mengaku tidak mendapat kesulitan berarti.

Hanya saja, jadwal latihan sering bentrok dengan jadwal dirinya mengikuti kuliah daring.

"Kalau kesulitan waktu latihan ini sih engga ada ya. Hanya saja, jadwal latihan bentrok sama jadwal kuliah," keluh Iffah, Kamis (16/9/2021).

Pada PON papua ini, Iffah mengaku akan maju pada nomor estafet bersama tiga rekannya, dan nomor pribadi.

Dirinya meminta doa kepada warga Sragen agar mendapatkan hasil yang terbaik. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved