Kamis, 4 Juni 2026

Berita Jawa Tengah

Ganjar Minta Sekolah Bikin Laporan Harian Uji Coba PTM Terbatas, Jadi Bahan Evaluasi Mingguan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pelaksanaaan pembelajaran tatap muka (PTM) baik uji coba maupun terbatas untuk membuat laporan harian.

Tayang:
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Gedung A lantai 2, Selasa (14/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pelaksanaaan pembelajaran tatap muka (PTM), baik uji coba maupun terbatas untuk membuat laporan harian.

Laporan tersebut nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan evaluasi mingguan.

“Tadi ada usulan pakar dari Undip Semarang agar diadakan evaluasi mingguan."

"Maka, menurut saya laporan harian harus dibuat."

"Akumulasi harian itu nantinya untuk evaluasi mingguan,” ujar Ganjar seusai rapat koordinasi penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Gedung A lantai 2, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Jateng Masih Butuh Percepatan Vaksinasi, Baru Tercapai 30 Persen, Ini Instruksi Gubernur Ganjar

Baca juga: Gubernur Ganjar Tantang Semua Kepala Daerah, Vaksin Dikirim Sehari Langsung Habis

Baca juga: Mayoritas Daerah di Jateng Turun Level PPKM, Ganjar: Jangan Euforia Dahulu, Bukan Berarti Bebas

Baca juga: Begini Reaksi Ganjar Lihat Siswa Lagi Berkerumun, Terjadi di SMPN 33 Semarang

Evaluasi itu, nantinya dijadikan pijakan dalam pengambilan kebijakan ke depan terkait PTM.

Sebab, dalam beberapa kunjungannya di daerah, masih menemukan pelanggaran protokol Kesehatan di sekolah.

“Buktinya saya waktu mampir di Sawit Boyolali dan Klaten, masih ada guru yang menyambut saya tidak pakai masker, siswa masuk tidak pakai masker walau cuma satu, duduk berdampingan."

"Ini kecil dan belum dilaksanakan, apalagi yang besar atau berat,” lanjutnya.

Menurutnya, perlu dilakukan edukasi terus-menerus dan kesiapan yang matang, baik sarana dan prasarana, guru, serta siswanya harus benar-benar siap.

“Seperti di Kota Tegal, misalnya, hampir 100 persen."

"Mereka ingin buka semuanya."

"Tapi nanti dulu, harus dihitung kesiapan-kesiapannya yang ada."

"Jangan sampai kesiapan itu hanya klaim bahwa 'saya sudah siap'."

"Ora cukup (tidak cukup)."

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved