Breaking News:

Korupsi Bupati Banjarnegara

Bupati Ditahan KPK, Wakil Bupati Banjarnegara Minta ASN Bekerja Biasa: Hilangkan Rasa Cemas

Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin meminta ASN di lingkungan pemkab bekerja seperti biasa pascapenahanan Bupati Budhi Sarwono.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin saat membuka sekaligus memimpin Rapat Forum Komunikasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, di Sasana Bakti Praja Kompleks Kantor Pemkab Banjarnegara, Selasa (11/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Wakil Bupati Banjarnegara Syamsudin meminta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemkab bekerja seperti biasa pascapenetapan tersangka dan penahanan Bupati Budhi Sarwono oleh KPK.

Syamsudin juga memastikan, roda pemerintahan tetap berjalan.

"Hilangkan rasa cemas, rasa takut, mengalir seperti biasa," kata Syamsudin seusai rapat bersama Kepala OPD di kantor Sekda Banjarnegara, Sabtu (4/9/2021) malam.

Menurut dia, pelayanan kepada masyarakat juga tidak akan terpengaruh dan terganggu.

"Tidak akan mengganggu pelayanan. Untuk kegiatan yang sudah berjalan, akan terus berjalan, yang belum berjalan agar nanti dijalankan sesuai rencana yang sudah tersusun," jelas dia.

Baca juga: Bupati Banjarnegara Ditahan KPK, Gubernur Ganjar: Pemerintahan Tidak Boleh Terganggu

Baca juga: Jumat Keramat KPK - Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Baca juga: Bupati Banjarnegara Tantang KPK - Budhi Sarwono: Mohon Tunjukkan yang Memberi dan Kepada Siapa

Baca juga: FBB dan Forjasi Syukuri Penangkapan Bupati Banjarnegara, Gelar Cukur Gundul hingga Pasang Spanduk

Dalam rapat tersebut, ia juga menyampaikan pesan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar para PNS tidak main-main dengan tugasnya.

"Kami menyampaikan pesan dari pak Gubernur agar PNS di Banjarnegara memahami tugas pokok dan fungsinya. Jangan main-main dengan proyek, tidak korupsi, kolusi, dan konspirasi," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Budhi Sarwono menjadi tersangka KPK terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Banjarnegara tahun 2017-2018.

Ia langsung ditahan oleh KPK di rutan KPK pada Kavling C1 sejak 3 hingga 22 September mendatang.

Budhi membantah dugaan KPK bahwa dirinya menerima fee Rp 2,1 miliar dari berbagai proyek infrastruktur di Banjarnegara.

Budhi meminta KPK membuktikan adanya pemberian uang dari pemborong kepada dirinya tersebut.

Dalam kasus yang menjeratnya, Budhi diduga menerima commitment fee atas berbagai pekerjaan proyek infrastruktur di Kabupaten Banjarnegara sekitar Rp 2,1 miliar.

Budhi diduga berperan aktif dengan ikut langsung dalam pelaksanaan pelelangan pekerjaan infrastruktur, di antaranya membagi paket pekerjaan di Dinas PUPR, mengikutsertakan perusahaan milik keluarganya, dan mengatur pemenang lelang.

Selain Budhi, KPK juga menetapkan orang kepercayaan Budhi, Kedy Afandi, sebagai tersangka dalam kasus ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bupati Banjarnegara Jadi Tersangka KPK, Wabup Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan".

Baca juga: Bawa Pulang 2 Emas dari Paralimpiade, Leani Ratri Samai Rekor Pebulu Tangkis China Zhao Yunlei

Baca juga: Tiga Tahun Ganjar-Taj Yasin Pimpin Jateng: Genjot Digitalisasi untuk Pengembangan UMKM

Baca juga: Gelar Sedekah Laut, Nelayan di Kota Tegal Larung Tujuh Kepala Kerbau. Ini Harapannya

Baca juga: Pemerintah Pastikan PPKM Terus Berlanjut, Evaluasi Dilakukan setiap Pekan Lewat Penentuan Level

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved