Berita Jawa Tengah
Ahli Geodesi ITB Sebut Penanganan Banjir Rob di Jateng Sudah On the Track, Ini Maksudnya
Upaya penanganan banjir rob dan penurunan tanah di pesisir Jawa Tengah sudah on the track.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
"Wilayah dari hulu, tengah sampai hilir itu harus diberesi secara pararel," jelasnya.
Penanganan rob dan banjir karena penurunan tanah ini lanjut Heri memang bukan persoalan mudah.
Butuh waktu cukup lama untuk menyelesaikan itu.
"Hitungan paling cepat 10 tahun, sehingga kalau kita minta cepat beres, ya tidak realistis."
"Setidaknya 10 tahun itu waktu optimum pembenahan."
"Bagusnya di Jateng sekarang sudah dimulai, tinggal kita dorong terus dan hasilnya nanti kita lihat di 10 tahun ke depan," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, penanganan banjir rob dan penurunan tanah di Jateng memang persoalan yang tidak mudah.
Sehingga, masukan dari para ahli sangat dibutuhkan agar penanganan berjalan sesuai harapan.
"Saya senang atas masukan-masukannya."
"Saya sangat berharap ada rekomendasi langkahnya seperti apa, roadmapnya seperti apa."
"Agar penanganan ini berdasarkan data keilmuan," ucapnya.
Meski begitu, Ganjar membenarkan bahwa upaya penanganan hal itu sudah berjalan.
Sejumlah aksi telah dilakukan, mulai dari hulu, tengah dan hilir.
"Teman-teman sudah banyak melakukan aksi, misalnya di Kota Semarang yang membangun pompa-pompa dan kolam-kolam retensi."
"Sehingga pengendalian banjir di Kota Semarang sekarang sudah lebih baik."