Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Peternak Ayam Petelur Lagi Lesu, Harga Anjlok di Banjarnegara, Martono Beberkan Penyebabnya

Wajah Martono, peternak ayam petelur dari Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara tampak lesu saat melayani pelanggan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Martono, peternak ayam petelur dari Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Rabu (1/9/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Usaha peternakan ayam akhir-akhir ini sedang lumpuh.

Gara-garanya, harga telur terus anjlok. 

Jika kondisi ini berlarut, pengusaha peternakan terancam gulung tikar.  

Wajah Martono, peternak ayam petelur dari Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara tampak lesu saat melayani pelanggan.

Baca juga: Saksi Menduga Pelaku Merupakan Suami Korban, Kelanjutan Kasus Penusukan di Banjarnegara

Baca juga: Kasus Ibu Muda Bersimbah Darah Karena Ditusuk, Polres Banjarnegara: Kami Masih Kejar Pelaku

Baca juga: Wanita dengan Luka Tusuk di Bakal Banjarnegara Diduga Dianiaya Suami, Sudah Sebulan Pisah Ranjang

Baca juga: Fasilitator Puskesmas Pagentan 2 Banjarnegara Minta Warga Tak Labeli Negatif Penderita Covid

Omset yang diperolehnya akhir-akhir ini merosot.

Harga telur secara nasional sedang turun.

Ia mau tak mau harus menyesuaikan kondisi pasar dengan menurunkan harga. 

Harga telur di tingkat peternak terus merosot hingga di bawah Rp 20 ribu perkilogram.

Tren penurunan ini terjadi terutama mulai awal Bulan Maharram (Sura), atau setelah Hari Raya Iduladha. 

Martono mengatakan, sudah menjadi siklus tahunan, menginjak bulan Sura, biasanya harga telur turun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved