Berita Jawa Tengah

Keren Nih Program SMKN 3 Salatiga, Gelar Service Gratis Buat Sopir Angkot dan Driver Ojol

Program servis gratis itu untuk menyukseskan ajakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertajuk 'Jawa Tengah Ayo Berbagi'. 

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Seorang siswa sedang melakukan servis gratis kendaraan pengemudi ojek online di SMK Negeri 3 Kota Salatiga, Jumat (27/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Guna membantu para sopir angkot dan pengemudi ojek online yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19), SMK Negeri 3 Salatiga memberikan layanan servis gratis. 

Kepala SMK Negeri 3 Salatiga, Nanik Sundari mengatakan, program servis gratis itu untuk menyukseskan ajakan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bertajuk 'Jawa Tengah Ayo Berbagi'. 

Baca juga: Kapolsek Sidorejo Salatiga Canangkan Gerakan Jumat Makan di Warung Tetangga, Ini Tujuannya

Baca juga: Bandar Arisan Online di Salatiga Diduga Tipu Member Ratusan Juta Rupiah, Polisi: Silakan Melapor

Baca juga: Penipuan Berkedok Arisan di Salatiga Terbongkar setelah Bandar Unggah Foto Masukkan Uang ke Koper

Baca juga: Program Aku Sedulurmu Polda Jateng, Polres Salatiga Santuni Empat Anak Yatim Piatu

"Selain servis kendaraan, siswa SMK juga membagikan berbagai produk buatan siswa sesuai jurusan masing-masing."

"Kami berharap gerakan sosial ini sedikit meringankan warga terdampak Covid-19," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/8/2021). 

Menurut Nanik, dalam program servis gratis kendaraan ini tidak ada batasan armada masyarakat yang ingin dilakukan servis selama masih dalam kondisi pandemi Covid-19. 

Meski demikian lanjutnya, kategori warga yang berhak mendapatkan layanan servis gratis akan dilalukan seleksi sesuai kebutuhan masing-masing. 

"Jika kami menilai tidak begitu terdampak Covid-19 kami juga mohon maaf."

"Selain servis kami juga membagikan 1.050 bibit tanaman dan pupuk, meja untuk berjualan, dan alat cuci tangan otomatis, semuanya buatan siswa," katanya.

Seorang pengemudi angkot Domo (67) menyatakan, adanya program sosial layanan servis gratis kendaraan sangat membantu masyarakat. 

Sebagai sopir angkot, selama pandemi Covid-19 pendapatannya menurun drastis dan hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari. 

"Selama saya 40 tahun jadi sopir angkot mulai tarif Rp 5.000 sampai sekarang Rp 3 ribu dampak Covid-19 pendapatan tidak mencapai 50 persen."

"Misalkan perlu penggantian onderdil sama sekali tidak mencukupi," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (27/8/2021). 

Domo berkata, sebelum pandemi rata-rata perhari pendapatannya dari menarik angkot mencapai Rp 200 ribu.

Dia memilih bertahan karena tidak punya pekerjaan lain. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: PTM Digelar Pekan Depan, Bupati Kudus: Peserta Didik Dilarang Gunakan Masker Scuba

Baca juga: Lomba Panjat Pinang di Halaman Rumah Anggota DPRD Pati Dibubarkan, Kapolsek: Masih Level 3 PPKM

Baca juga: Pemprov Jateng Izinkan Sekolah Tatap Muka Terbatas Digelar Mulai 30 Agustus, Ini Syaratnya

Baca juga: Stok Pemain Bek Kiri Melimpah, Persaingan Bakal Makin Ketat di PSIS Semarang, Berikut Kata Frendi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved