Jumat, 8 Mei 2026

Berita Banjarnegara

Jadi Pelupa setelah Sembuh Covid? Begini Penjelasan dan Cara Mengatasi ala Psikolog RSI Banjarnegara

Penyintas Covid-19 perlu waspada pasca-menjalani isolasi mandiri atau karantina akibat Covid-19.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK PRIBADI
Psikolog Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara Rini Indriati. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Penyintas Covid-19 perlu waspada pasca-menjalani isolasi mandiri atau karantina akibat Covid-19.

Dalam beberapa kasus ditemukan, para penyintas covid-19 menjadi pelupa.

Psikolog Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara Rini Indriati SPsi Psi mengaku menemukan sejumlah kasus, klien penyintas covid mengeluh sering blank dan menjadi pelupa.

"Banyak saya ketemu klien yang pelupa atau tiba-tiba blank pascamenjalani isolasi mandiri atau karantina," kata Rini, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: KPK Periksa Tiga Pejabat Pemkab Banjarnegara Terkait Dugaan Korupsi dan Gratifikasi di DPUPR

Baca juga: Masih Ada 9.934 Balita Alami Stunting di Banjarnegara

Baca juga: Embun Es Kembali Selimuti Dieng Banjarnegara, Suhu Udara Tembus -1 Derajat Celcius

Baca juga: 7 Warga Panti Pamardi Raharjo Banjarnegara Sempat Positif Covid, Sembuh Berkat Obat Flu dan Vitamin

Rini mengatakan, usia para penyintas ini bervariasi, baik pria maupun wanita.

Secara psikologis, menurut dia, isolasi akibat Covid-19 memang mempengaruhi mental. Mereka bisa merasa sepi dan tidak diperhatikan, hingga berpikiran negatif.

Karena itu, perlu adanya pendampingan sejak sebelum, saat karantina, dan pasca isolasi.

Menurut Rini, cara paling mudah untuk menghindari rasa sepi adalah komunikasi. Penyintas harus berani menegur, serta berpikir positif kepada siapapun.

"Kalau sudah keluar (dari isolasi), berani keluar rumah, harus berani menegur siapapun, mulai menegur, menyapa, jangan menunggu orang lain menegur," katanya.

Ini penting karena rasa sepi ditambah berpikir negatif, dapat mempengaruhi kinerja otak.

Ia menekankan perlu juga ada pendampingan atau psikoedukasi pasca-karantina.

Mereka harusnya tidak merasa sendiri dan menyalahkan siapapun saat terdampak atau terpapar Covid-19.

Sementara, Allam, penyintas Covid-19 asal Banjarnegara, mengaku sempat mengalami perubahan sebelum dan sesudah terpapar corona.

Baca juga: Pemprov Jateng Izinkan Sekolah Tatap Muka Terbatas Digelar Mulai 30 Agustus, Ini Syaratnya

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Jumat 27 Agustus 2021: Rp 1.896.000 Per 2 Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Jumat 27 Agustus 2021: Siang hingga Malam Diperkirakan Berawan

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Jumat 27 Agustus 2021: Diperkirakan Berawan Sepanjang Hari

Di antaranya, lupa dan sulit mengingat kata saat ia berkomunikasi.

Ia kemudian berkonsultasi kepada psikolog untuk mengetahui persoalannya.

Setelah berkonsultasi, dia mendapat beberapa cara agar bisa memulihkan ingatan tersebut. Di antaranya, belajar untuk konsentrasi.

"Rasanya, seperti ada yang lupa beberapa kata. Kadang juga terbalik-balik susunan katanya. Pernah saya mau ngomong saya pulang kerja jam lima, kalimat yang keluar saya pulang lima jam. Jadi, gak sinkron yang dipikirkan dan diucapkan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved