Berita Jawa Tengah

Pemotongan Dana Insentif Nakes RSUD Loekmono Hadi Kudus, Bupati Hartopo: Inisiatif Mereka

Dugaan pemotongan insentif di RSUD Loekmono Hadi Kudus dilakukan secara sukarela oleh nakes untuk nakes lain yang tidak mendapat insentif.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, Abdul Aziz Achyar. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus, HM Hartopo angkat suara perihal dugaan pemotongan dana insentif tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Informasi yang didapat, dugaan pemotongan insentif itu dilakukan secara sukarela oleh nakes untuk nakes lain yang tidak mendapat insentif.

"Kalau RSUD, dari pimpinan yang ada di sana memberikan (keterangan) secara garis besar saja."

"Intinya adalah inisiatif dari orang-orang sendiri."

"Maksudnya dari tim-tim sendiri, membentuk tim."

"Artinya Aziz (Direktur RSUD Loekmono Hadi) juga tidak tahu," kata Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Senin (23/8/2021).

Baca juga: Lahan Tidur Mulai Ditanami Padi, Tahap Awal 150 Hektare di Desa Bulungcangkring Kudus

Baca juga: 22 Siap Teken Kontrak dengan Persiku Kudus, Sebagian Bakal Langsung Diturunkan di Liga 3

Baca juga: Insentif Nakes di Kudus Dikabarkan Dipotong, Dinkes: Itu Tidak Elok

Baca juga: Siska Yakin, Janinnya Dalam Kondisi Baik setelah Terima ‎Vaksin Covid di Puskesmas Kaliwungu Kudus

Kata Hartopo, inisiatif itu dirasa baik oleh sejumlah nakes karena merupakan bentuk solidaritas sesama teman satu profesi.

Sebab ada juga nakes yang tidak masuk dalam sistem yang akhirnya tidak mendapatkan insentif atau tunjangan.

"Dahulu yang tidak masuk sistem di dalam untuk tunjangan atau insentif dari tenaga kesehatan itu kan banyak sekali walaupun dia berperan untuk pasien Covid-19."

"Maka dari itu itu teman yang di sana punya inisiatif supaya bisa mendapatkan semua."

"Maksudnya dengan komitmen bersama untuk memberikan sedikit uang yang nanti dibagikan kepada teman-teman yang menangani Covid-19, tapi tidak dapat insentif," kata dia.

Berapa nominal iuran atau tarikannya, Hartopo tidak tahu.

Sebelumnya diberitakan Tribunbanyumas.com, Ditreskrimsus Polda Jateng melakukan pemeriksaan atas dugaan kasus pemotongan insentif nakes di RSUD Loekmono Hadi Kudus.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iqbal Alqudusy pun membenarkan terkait adanya dugaan pemotongan dana kesehatan di Kudus itu. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu di Karanganyar Mulai Dibuka, Kuota Per Hari 300 Pendaki Per Jalur

Baca juga: Berikut Kronologi Pemuda Asal Kebumen Ini Dibacklist, Lima Tahun Tidak Boleh Mendaki Gunung Sindoro

Baca juga: Manfaatkan Lahan Kosong di Sekolah, Siswa SMPN 2 Cimanggu Cilacap Belajar Bertani Stroberi

Baca juga: Motor Wahyu Digondol Rekan Kerjanya, Polresta Banyumas: Keduanya Sesama Karyawan Hotel

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved