Berita Jawa Tengah

Ganjar Masih Terima Aduan Bansos, Bantu Warga Kurang Mampu Bisa Melalui BLT Dana Desa

Para kepala desa di Jawa Tengah diimbau agar memaksimalkan BLT Dana Desa (DD), guna membantu warga kurang mampu.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Kepala Dispermasdesdukcapil Jateng, Sugeng Riyanto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Para Kepala Desa (Kades) di Jawa Tengah diimbau agar memaksimalkan BLT Dana Desa (DD), guna membantu warga kurang mampu.

Hal itu untuk memfasilitasi mereka yang tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Kemensos, seperti BST (Bantuan Sosial Tunai).

Kepala Dispermasdesdukcapil Jateng, Sugeng Riyanto menyebut, penggunaan Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) sudah diatur oleh pemerintah.

Mereka yang tak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berhak mendapat bantuan yang bersumber dari Dana Desa.

Baca juga: Alhamdulillah, Konsumsi Tabung Oksigen di Kota Semarang Sudah Menurun Hingga 60 Persen

Baca juga: Tiga Orang Menghilang Seusai Ritual di Sendang Suroloyo Ungaran, Berikut Penjelasan SAR Semarang

Baca juga: Mengapa Sering Terjadi Perbedaan Data Pusat dan Jateng, Begini Jawaban Gubernur Ganjar Pranowo

Baca juga: Akhir-akhir Ini Kepala Daerah Sering Kecela Sambut Gubernur Ganjar, Ada Apa?

"Penggunaan BLT DD itu pasti (sudah diatur), diperuntukkan bagi mereka yang belum termasuk DTKS."

"BLT DD itu penyapu ranjau bagi yang belum dapatkan bantuan."

"Bertambah setiap bulan tidak apa-apa, yang penting ada musyawarah desa khusus (Musdesus)," ujar Sugeng, seusai mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Rembug Desa dengan Kades-kades di Kabupaten Klaten, Senin (2/8/2021).

Ia menjelaskan, sesuai peraturan dari Kementerian Desa dan Kementerian Keuangan besaran BLT DD disesuaikan dengan Dana Desa yang diperoleh.

Untuk desa yang mendapat DD kurang lebih Rp 800 juta, maksimal 25 persen diperuntukkan BLT DD.

Desa dengan DD Rp 800 juta - Rp 1,2 miliar, harus alokasikan 30 persen, terakhir desa yang mendapatkan DD di atas Rp 1,2 miliar harus alokasikan 30 persen untuk BLT DD.

"Yang tercatat pada kami, tahap pertama itu sudah salur 99,99 persen, kurang satu desa di Pekalongan."

"Tahap kedua salurkan 54,25 persen tahap ketiga saat ini salur 1,62 persen itu yang dari BLT DD," jelasnya.

Terkait banyaknya bantuan sosial yang tidak tepat sasaran, Sugeng enggan berkomentar lebih jauh.

Ini karena, beberapa komponen bansos berasal dari Kemensos.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved