Berita Tegal
Dapat Tambahan 23.448 Dosis, Pemkab Tegal segera Vaksin Covid Warga yang Telat Dapat Dosis Dua
Kabupaten Tegal kembali menerima vaksin sebanyak 23.448 dosis dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal segera melakukan vaksinasi Covid-19 dosis kedua yang telah molor 20 hari akibat stok vaksin yang habis. Kini, Kabupaten Tegal kembali menerima vaksin sebanyak 23.448 dosis dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.
Bupati Tegal Umi Azizah mengatakan, pembagian vaksin untuk Kabupaten Tegal sangat sedikit dan tidak proporsional dengan jumlah penduduk.
Umi mengatakan, stok baru vaksin itu akan didistribusikan awal Agustus ini. Rinciannya, 16.320 dosis untuk suntikan pertama dan 7.128 dosis untuk suntikan kedua.
"Alhamdulillah, permintaan yang saya sampaikan ke Pak Gubernur mulai direspon setelah kami sampaikan fakta jika kebijakan pembagian vaksinnya belum proporsional karena tidak memperhatikan jumlah penduduk seperti Kabupaten Tegal yang terbanyak ke lima di Jawa Tengah," kata Umi dalam rilis yang diterima, Kamis (5/8/2021).
Baca juga: Pedagang Pepedan Tegal Galang Donasi, Bantu Pedagang Lain yang Libur Berjualan lantaran Isoman
Baca juga: 75 ASN Pemkot Tegal Kepergok Telat Ngantor, BKPPD: Tunjangan Tambahan Bakal Dikurangi
Baca juga: Empat Camat di Kabupaten Tegal Diperiksa Polisi, Berawal dari Foto Viral Tak Pakai Masker
Baca juga: Kasus Covid Melonjak, Permohonan Surat Kematian di Kabupaten Tegal Ikut Naik. Sehari, 40-50 Pemohon
Sebelumnya, melalui siaran konferensi video pada Senin (26/7/2021) lalu, Umi menyampaikan ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, soal rendahnya alokasi vaksin untuk Kabupaten Tegal.
Saat itu, Umi menyampaikan jika Kabupaten Tegal dengan 1,59 juta penduduknya atau 1,2 juta orang sasaran penerima vaksin, baru 9,76 persennya yang mendapat suntik vaksin pertama.
Disampaikan Umi, jika rendahnya capaian target vaksinasi yang menempatkan Kabupaten Tegal berada di urutan terbawah di Jawa Tengah murni disebabkan pasokan vaksin dari pusat maupun provinsi sangat sedikit.
"Alokasi vaksin ini sifatnya given, kami hanya menyampaikan kebutuhan. Sementara, yang berwenang membagi adalah provinsi dan Kementerian Kesehatan," ujarnya.
Sementara, jika dilihat dari jumlah tenaga vaksinator sudah sangat mencukupi, yakni 1.699 orang yang terdiri dari 1.662 orang tenaga kesehatan (nakes) Pemkab Tegal, 30 orang dari nakes TNI, dan tujuh orang dari nakes kepolisian.
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 5 Agustus 2021: Rp 980.000 Per Gram
Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Kamis 5 Agustus 2021: Waspada! Hujan Diperkirakan Turun Malam Hari
Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Kamis 5 Agustus 2021: Siang Diperkirakan Mendung, Malam Hujan
Dengan jumlah tersebut, pihaknya mampu memvaksin hingga 10 ribu orang per hari.
Umi berharap, penambahan vaksin untuk Kabupaten Tegal tersebut bisa segera direalisasi dan ketimpangan alokasi antar kabupaten kota di Jawa Tengah dapat dikendalikan.
"Saya tidak sedang berprasangka buruk namun ketimpangan pembagian yang mengakibatkan kelangkaan vaksin di satu daerah dan melimpahnya vaksin di daerah lain, dapat menciptakan kerawanan sosial dan memunculkan konflik kepentingan, termasuk fenomena politik," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/bupati-tegal-umi-azizah-meninjau-vaksinasi-covid-19-di-kabunan-selasa-382021.jpg)