Breaking News:

Berita Salatiga

112 Relawan Covid Salatiga Didaftarkan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan, Hasil Iuran Pegawai BPJS

Relawan penanganan Covid-19 di Kota Salatiga mendapat fasilitasi jaminan kecelakaan kerja dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS BPJS CABANG UNGARAN
Wali Kota Salatiga Yuliyanto (kiri), menyerahkan kartu Jamsostek secara simbolis kepada perwakilan relawan penanganan Covid-19 di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Jumat (30/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Relawan penanganan Covid-19 di Kota Salatiga mendapat fasilitasi jaminan kecelakaan kerja dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek). Ada 112 relawan yang terdaftar menerima manfaat ini.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Ungaran Novri Annur mengatakan, para relawan diakomodir dalam progam jaminan sebagai peserta Bukan Penerima Upah (BPU).

"Total, ada 112 relawan dari RSPAW, NU, dan PMI yang membantu penanganan Covid-19. Kami berinisiatif memberikan CSR pribadi, pendaftaran kerja relawan dengan total nominal uang santunan kecelakaan kerja senilai Rp 42 juta," terangnya dalam rilis yang diterima, Senin (2/7/2021).

Baca juga: BOR Ruang Isolasi RSUD Salatiga Menurun, Pasien Sembuh Semakin Banyak

Baca juga: Begini Cara Budi Bantu Nakes, Warga Salatiga Ini Bikin Suplemen Khusus, Namanya Immunity Platinum

Baca juga: 24 Warga Binaan Rutan Salatiga Gagal Terima Vaksin Covid Gara-gara Tak Miliki NIK

Baca juga: Yuliyanto Ajak ASN Pemkot Salatiga Beli Produk UMKM, Berikut Alasannya

Menurut Novri, masing-masing relawan juga akan menerima bantuan uang tunai selama Rp 500 ribu per bulan. Bantuan ini diberikan selama tiga bulan, Agustus-Oktober 2021.

Ia menambahkan, bantuan melalui CSR diberikan sebagai bentuk kepedulian para karyawan BP Jamsostek kepada para relawan Covid-19.

"Para karyawan menyisihkan dari gaji mereka untuk mendaftarkan para relawan ini. Para relawan ini nantinya akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja atau kematian jika terjadi musibah," katanya.

Dia menyatakan, para relawan perlu mendapatkan perlindungan sebagai bentuk negara hadir.

Karena, mereka tidak mendapatkan gaji selayaknya kerja di kantor atau institusi dalam penanggulangan Covid-19.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran yang telah memberikan perhatian kepada relawan penanganan Covid-19 di Salatiga.

Ia bersyukur, program ini diberikan kepada sukarelawan yang memiliki risiko tinggi terhadap penyaluran Covid-19.

"Saya sangat mengapresiasi program ini dan saya berharap, mereka dapat berperan lebih untuk menekan kasus baru dan kematian akibat Covid-19. Kami, Pemkot Salatiga, juga terus mengoptimalisasi tracing (penelusuran), treatment (tindakan), dan tentu edukais prokes (protokol kesehatan)," ujarnya.

Baca juga: Tabung Oksigen Kosong RS di Semarang Mulai Terisi, KRI Dr Soeharso Isi Ulang 107 Tabung dalam 3 Hari

Baca juga: Kronologi Gelombang Tinggi Hantam Warung dan Rusak Puluhan Motor di Pantai Suwuk Kebumen

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 2 Agustus 2021: Rp 981.000 Per Gram

Yuliyanto mendorong sinergi berbagai elemen untuk bekerja sama melakukan upaya menekan penyebaran virus Corona.

Perusahaan atau sektor swasta lain dapat juga menjalin kerjasama dengan BP Jamsostek agar kesehatan dan keselamatan relawan yang ada terjamin. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved