Jumat, 8 Mei 2026

Berita Blora

Bupati Blora Salut Pemuda Ini Sukses Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok ‎Belajar dari YouTube dan AI

“Sekarang belajar itu mudah. Saya belajar dari YouTube, TikTok, Google, bahkan dari AI. Jadi semua bisa dipelajari asal ada kemauan,” kata Anindita.

Tayang:
Penulis: M Iqbal Shukri | Editor: Rustam Aji
Dok. Pemkab Blora
BELAJAR DARI YOUTUBE - Bupati Arief Rohman saat berkunjung ke kolam ikan milik Anindita, di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Selasa (28/10/2025) sore. Anindita budidaya ikan nila belajar dari YouTube. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, ‎BLORA – Semangat inovasi dan kemandirian ditunjukkan oleh Anindita Ravi Pamungkas, pemuda berusia 20 tahun asal Desa Palon, Kecamatan Jepon.

Anindita, sukses membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok. 

Lulusan SMK Negeri 1 Blora yang kini menempuh semester lima Jurusan Teknik Mesin di STTR Cepu ini berhasil menarik perhatian Bupati Arief dengan kesuksesannya. 

Bupati Blora, Arief Rohman, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Shalehah, S.Pd., didampingi Dinas P4 Kabupaten Blora, Forkopimcam Jepon, dan Kepala Desa Palon, menyempatkan berkunjung ke rumah Anindita, Selasa (28/10/2025) sore.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Arief memberikan apresiasi dan motivasi kepada Anindita Ravi Pamungkas, pemuda berusia 20 tahun yang berhasil mengembangkan usaha budidaya ikan nila modern di lingkungannya tersebut.

‎“Saya salut dan bangga. Satu lagi petani milenial dari Blora yang di usia muda sudah bisa berinovasi membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok. Semoga kisahnya dapat menginspirasi pemuda-pemuda Blora lainnya agar terus berinovasi di bidang pertanian maupun perikanan,” ujar Bupati Arief Rohman, dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (29/10/2025).

Anindita mulai merintis usahanya sejak tahun 2023. Awalnya, ia berkecimpung dalam jual beli ikan koi. Namun, melihat pasar ikan hias di Blora kurang berkembang, ia pun beralih ke ikan konsumsi.

“Awalnya saya budidaya lele, tapi melihat di Blora sudah banyak pembudidaya lele, saya akhirnya memilih ikan nila. Karena di Blora pembudidaya ikan nila masih bisa dihitung dengan jari, padahal kebutuhan ikan nila sangat tinggi,” jelasnya.

Keputusan ini menunjukkan ketajaman Anindita melihat peluang pasar.

Yang menarik, Anindita tidak melalui jalur pendidikan formal perikanan.

Baca juga: Pendaki Ditemukan Masih Garang Usai Jatuh di Jurang Puncak Gunung Muria

 Seluruh ilmu mengenai sistem bioflok, sebuah metode modern yang memanfaatkan mikroba untuk menjaga kualitas air, menghemat air, dan menghasilkan ikan dengan kualitas daging yang lebih baik, ia pelajari secara otodidak dari berbagai sumber digital.

“Sekarang belajar itu mudah. Saya belajar dari YouTube, TikTok, Google, bahkan dari AI. Jadi semua bisa dipelajari asal ada kemauan,” katanya.

Pihaknya menegaskan bahwa kemauan adalah kunci utama dalam belajar di era digital.

Saat ini, Anindita mengelola 17 kolam bioflok yang tersebar di tiga lokasi: 6 kolam di rumah, 5 kolam terpal di sawah, dan 6 kolam tanah untuk pendederan.

Produksi ikan nila dari usahanya terbilang fantastis. Rata-rata per kolam mencapai 2–3 kuintal setiap 3,5–4 bulan. Bahkan, kolam yang berada di sawah mampu menghasilkan antara 4–5 kuintal per masa panen. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved