Breaking News:

Berita Banyumas

Seniman Rindu Manggung meski Secara Virtual, Begini Syarat yang Diajukan Bupati di Tengah Pandemi

Pelaku seni di Banyumas menyatakan kerinduan mengadakan pentas seni. Sejak pandemi Covid-19 melanda, panggung seni di Banyumas mandeg.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein saat bertemu wartawan di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kamis (29/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pelaku seni di Banyumas menyatakan kerinduan mengadakan pentas seni. Sejak pandemi Covid-19 melanda, atau satu setengah tahun terakhir, panggung seni di Banyumas mandeg.

Tidak ada pementasan seni dan budaya, semisal ebeg, wayang, ataupun hal lain menarik perhatian orang yang boleh digelar.

Terkait hal ini, para pelaku seni berharap panggung seni bisa berjalan lagi untuk menghidupi para pelakunya, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Aspirasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono yang juga Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas (KKB).

"Dari diskusi bersama para pegiat seni itu, ada usulan soal pentas namun virtual. Lokasi di gedung Sutedja," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Pengusaha Kedai di Purwokerto Bagi-bagi Kopi Susu Gratis, Gelar Donasi bagi Warga Terdampak Covid

Baca juga: Pria asal Lampung Ditemukan Tewas di Hotel di Baturraden Banyumas, Polisi Temukan Sejumlah Obat

Baca juga: Pejabat dan ASN di Banyumas Urunan, Setiap Hari Bagikan 200 Dus Makanan ke Warga Terdampak PPKM

Menanggapi hal ini, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, untuk pagelaran seni semacam itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

"Ada yang perlu diperhatikan, waktu pemain di panggung itu berdekatan, lalu juga sering tidak pakai masker," katanya.

Bupati pun berharap, saat berkesenian, para seniman melaksanakan prokes, semisal wajib memakai masker, menjaga jarak meski di atas panggung, dan tidak terlalu banyak melibatkan orang sehingga bisa menimbulkan kerumunan.

Hal ini juga menjadi edukasi bagi warga yang melihat.

Menurutnya, panggung bisa digelar dengan membatasi pemain yang naik pentas tak lebih dari 10 orang.

Maksimal hanya tujuh pemain dengan panggung yang ada di Gedung Sutedja.

Misalpun ada undangan, maka yang duduk akan diberi batasan. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Pengusaha Kedai di Purwokerto Bagi-bagi Kopi Susu Gratis, Gelar Donasi bagi Warga Terdampak Covid

Baca juga: Diadang Chia/Soh dari Malaysia, Harapan Marcus/Kevin Meraih Medali Olimpiade Tokyo Pupus

Baca juga: 85.565 Keluarga di Kendal Terima Bantuan Beras, Bupati Minta Dinsos Kawal Distribusi hingga Desa

Baca juga: Kandang Terbakar, Lima Kerbau Milik Kelompok Ternak Karya Tulada Pecangaan Jepara Tewas Terpanggang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved