Penanganan Corona
Mendagri Tegur Bupati Kendal, Serapan Insentif Nakes Masih Sangat Rendah, Cuma 28 Persen
Mendagri mengatakan, dana yang disediakan untuk penanganan pandemi Covid-19 harus dimaksimalkan oleh setiap pemerintah daerah, termasuk di Kendal.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
"Contoh di Kabupaten Indramayu yang capai 97 persen," ujarnya.
Tito meminta agar Bupati Kendal bisa duduk bersama dengan Dinkes dan bagian keuangan agar bisa mencari solusi supaya serapan dana intensif nakes Covid-19 bisa naik lebih baik lagi.
"Kendal baru 28 persen."
"Bupati Kendal ini masih baru, bisa duduk bersama dengan Dinkes, bagian keuangan untuk bisa dieksekusi."
"Prinsip sudah mulai pencairan, kami akan terus monitor tiap minggu," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay menjelaskan, hingga Juni 2021 serapan dana intensif nakes di 30 Puskesmas, RSUD dr Soewondo, dan Laboratorium Daerah sebesar Rp 4 miliar.
Padahal, total anggaran yang diajukan untuk menjangkau semua fasilitas kesehatan termasuk rumah sakit swasta di Kendal mencapai Rp 33 miliar.
Dengan minimnya serapan saat ini, Ferinando menjelaskan, terdapat beberapa hal yang membuat serapan dana intensif nakes Covid-19 masih kecil.
Baca juga: Sepanjang Jalan Ahmad Yani Kota Tegal Dipenuhi Bendera Putih, Pedagang Minta Pemerintah Beri Solusi
Baca juga: 24 Titik Jalan di Tegal Masih Disekat dan Ditutup selama Perpanjangan PPKM, Berikut Lokasinya
Pertama, dana pengajuan Rp 33 miliar dihitung berdasarkan lonjakan kasus tertinggi pada 2020, serta semua rumah sakit swasta juga terhitung di dalamnya.
Namun, serapan akan mengecil seiring penurunan kasus, juga nakes di rumah sakit swasta kini menjadi tanggungan Pemerintah Pusat.
Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi cepat lambatnya serapan adalah laporan pertanggungjawaban masing-masing nakes.
Karena, jika tenaga kesehatan belum bisa memberikan laporan pertanggungjawabnya, dana yang ada tidak bisa dicairkan serta merta.
"Jadi pada awal 2021 kami mencairkan Rp 4,1 miliar dana kekurangan pada 2020."
"Kemudian kami juga cairkan sampai Juni 2021 sebesar Rp 4 miliar."
"Kami berikan kepada para nakes yang khusus menangani langsung Covid-19," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (29/7/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/besaran-insentif-nakes-kabupaten-kendal.jpg)