PPKM Darurat Jateng

Empat Gerbang Tol Wilayah Karanganyar Sudah Dibuka, Polres Karanganyar: Ingat, Bukan Berarti Bebas

Polres Karanganyar tidak menutup kemungkinan menerapkan skema lain guna menekan mobilitas apabila kasus Covid-19 mengalami peningkatan.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Situasi arus lalu lintas di Simpang Empat Papahan Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar pasca dibukanya penutupan akses selama perpanjangan PPKM, Senin (26/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Penyekatan di empat gerbang tol dan penutupan beberapa ruas jalan di Kabupaten Karanganyar sudah dibuka kembali meski PPKM resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021. 

Adapun penyekatan di empat gerbang tol yang dibuka ialah GT Klodran, Ngasem, Gondangrejo, dan Kebakkramat.

Sedangkan penutupan ruas jalan yang dibuka meliputi Jalan Lawu, FlyoOver Palur, Simpang Tiga Sroyo, dan Jalan Adi Sucipto Kecamatan Colomadu. 

Penutupan dan penyekatan di gerbang tol dan beberapa ruas jalan tersebut telah dilakukan secara bertahap mulai awal diberlakukannya PPKM pada 3 Juli hingga 25 Juli 2021.

Baca juga: Tolong Pemerintah Segera Berikan Solusi - Inilah Keluh Kesah Pelaku Usaha di Karanganyar

Baca juga: 9 Ibu Hamil di Karanganyar Meninggal Akibat Covid, Ini yang Dilakukan DKK untuk Mencegah Terulang

Baca juga: Cerita Sedih Penyewa Kuda Tunggangan di Tawangmangu Karanganyar, Tetap Mangkal Meski Sepi Wisatawan

Baca juga: Ide Muncul Saat Danan Ngapel Calon Istri, Inilah Kisah Hadirnya Rumah Ampyang Jawa di Karanganyar

"Sudah mulai Minggu (25/7/2021) malam, dibuka semuanya."

"Sementara dibuka full, nanti dievaluasi kira-kira seperti apa penyebaran Covid-19 tersebut," kata Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Sarwoko kepada Tribunbanyumas.com, Senin (26/7/2021). 

Dia menuturkan, jajaran Polres Karanganyar tidak menutup kemungkinan menerapkan skema lain guna menekan mobilitas apabila kasus Covid-19 mengalami peningkatan. 

Sementara itu Wakapolres Karanganyar, Kompol Purbo Adjar Waskito mengatakan, adanya penyekatan di beberapa ruas jalan dan gerbang tol dinilai cukup efektif dalam membatasi pergerakan masyarakat yang bersifat tidak terlalu urgent

Menurutnya, dengan adanya perubahan aturan diharapkan masyarakat tetap patuh dan tidak melakukan mobilitas atau aktivitas yang sekiranya tidak urgent.

"Bukan berarti ada pelonggaran kemudian bebas, tidak."

"Tetap ada aturan seperti pukul 21.00 (aktivitas warung makan dan semacamnya) sudah tutup."

"Makan di tempat dibatasi. Kalau hajatan masih menunggu aturan dari pemerintah daerah," ungkapnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Sewa Kios di Pasar Tumenggungan Kebumen Dikabarkan Naik 300 Persen, Bupati Arif: Itu Tidak Benar

Baca juga: Pemkab Kebumen Siapkan Bansos untuk 5000 UMKM, Dicairkan Setelah PPKM Darurat Rampung

Baca juga: Kreatif, Guru SMP Negeri 2 Karangpucung Cilacap Manfaatkan Lebah untuk Jelaskan Matematika

Baca juga: Donatur Berkurang, Konsevasi Penyu di Pantai Sodong Cilacap Andalkan Swadaya Kelompok Nagaraja

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved