PPKM Darurat Jateng
Pedagang Cilok Ini Kaget Didatangi Rombongan Kapolres Karanganyar, Dikira Suruh Tutup
Kapolres Karanganyar berpesan kepada pedagang supaya menerapkan protokol kesehatan serta diharapkan tidak beroperasi terlalu malam.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Ikhsan Triangga Aji (30), pedagang cilok kaget tiba-tiba disambangi pihak kepolisian, Jumat (23/7/2021) malam.
Ayah satu anak itu tiba-tiba disambangi jajaran Polres Karanganyar beserta jajaran Kodim 0727 dan Satpol PP Karanganyar saat berjualan di Simpang Tiga Tasikmadu atau tepatnya depan Koramil Tasikmadu.
"Kaget, saya kira suruh tutup," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (24/7/2021).
Baca juga: Korban Terseret Hingga 10 Meter, Polres Karanganyar: Alasan Pelaku Rampas HP Karena Kepepet
Baca juga: 43 Desa Masuk Wilayah Endemis DBD, DKK Karanganyar: Tersebar di 10 Kecamatan
Baca juga: Spanduk PELAYANANMU CEPAT TAPI BOHONG Terpasang di Pagar Puskesmas Ngargoyoso Karanganyar
Baca juga: Aksi Bupati Karanganyar Juliyatmono Dilanjut, Sambangi dan Beri Suplemen Warga Lagi Isolasi Mandiri
Kedatangan jajaran TNI-Polri beserta anggota Satpol PP tersebut guna patroli skala besar sekaligus mengedukasi para pedagang terkait protokol kesehatan.
Patroli skala besar tersebut dilakukan di sekitaran Karanganyar Kota dan Kecamatan Tasikmadu.
Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla juga membagikan paket sembako kepada para pedagang yang terdampak selama diberlakukannya PPKM Darurat.
Ikhsan berterima kasih atas pemberian sembako dari anggota kepolisian.
Sebelum diberlakukannya PPKM Darurat, Ikhsan biasanya berjualan cilok mulai dari pagi hingga sore hari.
Kini Ikhsan harus berjualan cilok hingga malam hari guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Mengingat anaknya masih berumur 4 tahun.
"Saya tidak kerja (lain), hanya jualan."
"Soalnya anak saya baru umur 4 tahun," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (24/7/2021).
Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla mengatakan, ini merupakan patroli skala besar sekaligus memberikan imbauan kepada para pedagang terkait protokol kesehatan.
"Selain memberikan imbauan soal prokes, kami juga memberikan bantuan (paket sembako) kepada warga yang terdampak (PPKM darurat)."
"Semoga dapat membantu," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sembako-pedagang-cilok-karanganyar.jpg)