Breaking News:

Penanganan Corona

Data Pemkot Semarang: Alhamdulillah, Warga yang Isolasi Mandiri Tinggal 500 Orang

Pemkot Semarang akan terus mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi jamu herbal untuk meningkatkan imun tubuh.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
PEMKOT SEMARANG
DOKUMENTASI - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengunjungi tempat isolasi terpusat Rumah Dinas Wali Kota beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kasus Covid-19 di Kota Semarang masih berada pada angka 2.000 kasus yang terdiri dari warga Semarang maupun warga luar kota.

Sebanyak 500 di antaranya saat ini masih menjalani isolasi mandiri.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan, jumlah warga yang melakukan isolasi mandiri menurun cukup jauh.

Dari catatan awal, ada sekira 4.000 orang yang melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: Tawarkan 187 Formasi, Berikut Lowongan CPNS di Pemkot Semarang yang Kurang Diminati

Baca juga: Salat Iduladha Bersama Keluarga di Puri Gedeh Semarang, Ganjar: Ini Cara Lain Berkurban

Baca juga: Presiden Jokowi Kirim Tiga Ribu Paket Beras, Buat Warga Terdampak di Kabupaten Semarang

Baca juga: Salut Buat Pasutri Asal Semarang Ini, Bagikan Nasi Bungkus Sepanjang Jalan Protokol

Saat ini, pasien yang melakukan isolasi mandiri tinggal 500 orang.

Menurut Hendi, menurunnya jumlah pasien yang melakukan isolasi mandiri juga tak luput dari dukungan seluruh pihak.

Baik itu TNI, Polri, maupun para pemangku wilayah setempat.

Mereka terus bergotong-rotong memantau warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Di sisi lain, program Jogo Tonggo masing-masing kelurahan juga sangat membantu para pasien yang melakukan isolasi mandiri

"Semua mengeroyok, menginformasikan."
"Kemudian, dua minggu terakhir, Kodam juga memberi bantuan obat secara signifikan itu sangat membantu," papar Hendi, sapaan akrabnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/7/2021).

Hendi melanjutkan, Pemkot Semarang juga akan terus mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi jamu herbal untuk meningkatkan imun tubuh.
Hal ini sebagai upaya agar warga bisa sehat dan sembuh bagi yang menjalani isolasi.

"Kalau obat herbal kenapa takut, Indonesia kan terkenal penghasil rempah-rempah, jamu herbal."
"Kami naikkan lagi untuk bisa meningkatkan imun."
"Harus berinovasi, yang penting warganya sehat dan sembuh," ucapnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Banjir di Cilacap Dipicu Gangguan Cuaca, BMKG: Tetap Waspada, Potensi Terjadi Minimal Tiga Hari

Baca juga: Hujan Reda dan Banjir Mulai Surut, Akses Wangon-Cilacap Mulai Bisa Dilewati Kendaraan Roda Dua

Baca juga: Iduladha di Banyumas Lengang dan Tak Ada Pesta Mercon, Kapolresta: Warga Tertib Anjuran Pemerintah

Baca juga: Warga Rejasari Banyumas Berdonasi: Gantung Baju di Depan Rumah dan Boleh Ambil yang Disuka, Gratis

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved