Senin, 4 Mei 2026

Berita Banyumas

Warga Kebondalem Banyumas Ini Keliling Tawarkan Jasa Bengkel Sepeda: Rezeki Itu Dijemput

Usaha bengkel sepeda keliling ditekuni Parman (60), warga komplek Kebondalem, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Parman (60), warga Kebondalem, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas, mengendarai gerobak motor untuk menawarkan jasa bengkel sepeda keliling, Minggu (18/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Orang pasti tidak asing lagi dengan tukang sayur keliling ataupun tukang jahit keliling.

Tapi, pernahkah melihat ada bengkel sepeda keliling?

Inilah usaha yang kini ditekuni Parman (60), warga komplek Kebondalem, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur.

Sudah enam tahun terakhir ia bekerja menjadi tukang bengkel sepeda keliling.

Menggunakan gerobak motor modifikasi, Parman berkeliling menjemput bola pelanggan yang membutuhkan jasa service sepeda.

Ide bengkel sepeda keliling datang saat dirinya sulit mendapatkan pekerjaan.

Baca juga: Ajak Pramuka, TP PKK Banyumas Bagikan Makanan ke Warga Terdampak PPKM Darurat

Baca juga: Wanita Asal Kalibagor Banyumas Ini Dipolisikan, Uang Rp 123 Juta Milik Perusahaan Tak Disetorkan

Baca juga: Bantu Warga Terdampak PPKM, Anggota Polsek Kalibagor Banyumas Keliling Bagikan Sayur dan Lele

Baca juga: Pemkab Banyumas Terima Bantuan 142 Unit Peti Jenazah, Wabup: Kita Saling Menguatkan di Tengah Wabah

Saat itu, dia sering mendapat penolakan meski telah memasukkan lamaran ke berbagai tempat.

Akhirnya, dia merintis usaha yang bisa ditekuni.

"Saya tidak suka hanya berdiam diri karena hakikatnya, rezeki itu harus dijemput," katanya.

"Kala itu, saya berpikir, apa yang belum ada di Purwokerto. Tukang sayur keliling, ada. Penjahit keliling, ada. Buah-buahan, juga ada. Yang belum ada adalah tukang bengkel sepeda keliling," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (18/7/2021).

Parman memang punya keahlian dalam bidang service sepeda. Inilah yang dia manfaatkan sebagai modal mata pencaharian.

"Bengkel sepeda keliling ini pertama di Purwokerto, mungkin malah di Indonesia," katanya.

Awal merintis usaha, Parman berkeliling mencari pelanggan sambil mengayuh sepeda onthel.

"Dulu masih dikayuh pakai sepeda biasa. Tapi, seiring berjalannya waktu, saya modifikasi (sepeda) menjadi semacam gerobak motor. Jadilah seperti ini," jelas dia.

Perubahan alat transportasi ini membuat jangkaunnya juga lebih luas. Jika sebelumnya dia hanya berkeliling di sekitar rumah dan perkotaan, saat ini, dia bisa ke tempat-tempat lebih jauh.

"Sekarang bisa 10 kilometer lebih, sampai Kecamatan Sokaraja, Karanglewas, dan luar Purwokerto," katanya.

Baca juga: Kades Jenar Sragen Berulah Lagi: Ngamuk di Acara Hajatan yang Dibubarkan Satgas, Berakhir Minta Maaf

Baca juga: 3000 Warga Kudus Bakal Terima Beras Masing-masing 5 Kg, Tinggal Tunggu Penyaluran dari Kemensos

Baca juga: Warga Tuntang Semarang Ini Lega Akhirnya Terima Vaksin Covid, Tak Waswas Lagi Jualan Sayur Keliling

Baca juga: Jangan Lewatkan! UKSW Salatiga Siapkan Beasiswa Total Rp 100 Juta bagi Calon Mahasiswa Baru

Parman memang lebih sering masuk ke wilayah perumahan.

Dalam sehari, ia bisa memperbaiki lima sampai tujuh sepeda, dengan masalah yang bervariasi.

Mulai dari ban bocor, ganti ban, ganti onderdil, dan lain sebagainya.

Karena suka berkeliling, Parman juga sering menerima panggilan. Pelanggan cukup menghubungi nomor 0823 1335 9433 yang dia bagikan.

Lewat usahanya ini, dalam sehari, Parman bisa mengantongi penghasilan kotor Rp 200 ribu sehari.

Dari penghasilannya ini, bapak enam anak tersebut bisa mencukupi kebutuhan keluarga.

Saat ini, dia masih memiliki tanggungan pendidikan tiga anak. Dua anaknya yang lebih besar sudah berumah tangga sementara seorang lagi, tengah bersiap berangkat kerja ke Korea.

"Senang (menggeluti usaha ini) sih, bisa sambil keliling, enjoy, lihat-lihat sana-sini," tambahnya.

Meski begitu, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat sedikit mempengaruhi usahanya.

Apalagi, banyak akses masuk ke perumahan dibatasi. Begitu juga, sejumlah jalan yang ditutup membuat dia harus berputar arah. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved