Berita Semarang Hari Ini
Cerita Aiptu Sudardi di Semarang, Kawal Wanita Hamil Menuju Rumah Sakit, Terobos Penyekatan
Setiba di Jalan Pandanaran seharusnya dia memutar lewat Tugu Muda, tetapi dia memilih untuk membuka pembatas jalan untuk bisa dilalui mobil.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Isti Arif Nuryanti, pekerja Kafe Amare Jalan Mayjend Sutoyo Kota Semarang meringis kesakitan sembari memegang perutnya yang sudah membesar karena mengandung bayi sembilan bulan.
Celana hitam panjangnya basah lantaran air ketuban sudah pecah.
Kejadian itu membuat pemilik kafe dan karyawan lainnya panik lantaran korban hendak melahirkan, Kamis (15/7/2021) sekira pukul 13.30.
Mereka hendak membawa korban, namun bingung di mana-mana ada penyekatan jalan.
Mendapatkan laporan kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas Pekunden, Semarang Tengah, Aiptu Sudardi lekas meluncur ke lokasi.
Baca juga: Bupati Semarang Klaim Kasus Covid di Wilayahnya Menurun 27 Persen selama Penerapan PPKM Darurat
Baca juga: Kabupaten Semarang Dapat Tambahan 6.000 Vaksin Sinovac, Dinkes: Sasaran Lansia dan Pelayan Publik
Baca juga: Ganjar Kembali Marah, Melihat Kerumunan Program Vaksinasi di Holy Stadium Marina Semarang
Baca juga: Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun Dimulai, 1.250 Siswa SMA Negeri 1 Semarang Terima Vaksin Covid
"Saya mendapat laporan saat sedang patroli."
"Jadi hanya 3 menit sudah tiba di lokasi kafe tersebut," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (15/7/2021).
Setiba lokasi kejadian, dia melihat korban sudah diapit dua teman sesama pekerja kafe tersebut.
Beruntung di kafe tersebut terdapat mobil sehingga korban dibawa menggunakan mobil itu.
Dia lantas melakukan pengawalan agar dapat lekas sampai tujuan yakni di RS Hermina Semarang.
"Penyekatan ada di beberapa titik sehingga ada kemacetan kalau tidak didampingi takut ada apa-apa di jalan," bebernya.
Dia lantas melakukan pengawalan menyisir jalan alternatif hingga menembus Jalan Pandanaran.
Setiba di Jalan Pandanaran seharusnya dia memutar lewat Tugu Muda, tetapi dia memilih untuk membuka pembatas jalan untuk bisa dilalui mobil.
Selepas pembatas jalan dibuka, mobil lantas masuk ke rumah sakit.
Korban lalu dibawa ke Ruang IGD RS Hermina Semarang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.