Berita Internasional
Presiden Haiti Tewas Ditembak, Libatkan 28 Pembunuh asal Amerika dan Kolombia
Presiden Haiti Jovenel Moise tewas ditembak sejumlah orang, Rabu (7/7/2021).
Sementara, ada dua orang yang mengaku bertanggung jawab sebagai perdana menteri.
Pembunuhan presiden ini pun sempat mengundang tanya tentang keberadaan petugas keamanan yang dinilai gagal melindungi presiden.
Insiden tersebut sempat membuat ibu kota Port-au-Prince lumpuh. Sejumlah toko, bank, dan pom bensin ditutup.
Begitu pula bandara utama Haiti. Tetapi, rencananya, tempat-tempat tersebut dibuka lagi Jumat (9/7/2021).
Sementara, perbatasannya dengan negara tetangga Republik Dominika, di pulau Hispaniola, ditutup.
Di mana keamanan presiden?
Haiti mengadakan hari berkabung selama dua pekan atas kematian Presiden Jovenel Moise.
"Jovenel Moise tidak terlalu populer tetapi dia adalah presiden. Dia tidak dapat dibunuh, seperti warga negara biasa," ujar seorang pria di Port-au-Prince, yang hanya menyebutkan namanya adalah Paul.
Seorang wanita berusia 28 tahun bernama Julia mengatakan, dia ragu terhadap klaim bahwa tentara bayaran asing membunuh presiden.
"Di mana polisi yang dilengkapi dengan baik yang mengawasi presiden siang dan malam? Mengapa mereka tidak bereaksi?" tanyanya heran.
Jaksa memiliki pertanyaan yang sama.
"Saya telah memberi (polisi) kekuatan untuk mewawancarai semua agen keamanan yang dekat dengan Presiden Jovenel Moise," kata komisaris pemerintah Port-au-Prince Bed-Ford Claude pada Kamis (8/7/2021).
"Jika Anda bertanggung jawab atas keamanan presiden, di mana Anda? Apa yang Anda lakukan untuk menghindari nasib presiden ini?" kata Claude. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polisi: Presiden Haiti Ditembak Mati 28 Anggota Regu Pembunuh dari Amerika dan Kolombia".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/presiden-jovenel-moise-duduk-di-istana-kepresidenan-di-port-au-prince-22-oktober-2019.jpg)