Jumat, 8 Mei 2026

Berita Jawa Tengah

Begini Rasanya Degan Bakar Dicampur Rempah, Datang Saja ke Jalan Tembus Tunggulrejo Kendal

Dalam racikan degan bakar, ditambahkan beberapa rempah-rempah alami seperti jahe, alang-alang, dan temulawak untuk menambah khasiat air degan. 

Tayang:
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Pedagang sedang menyiapkan pesanan degan bakar di Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Lonjakan kasus dalam suasana pandemi Covid-19 nampaknya menjadi berkah sebagian pengusaha.

Satu di antaranya pedagang kelapa di Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal

Sang pemilik, Mursalin (49) kewalahan melayani permintaan degan (kelapa muda) dalam 2 pekan terakhir.

Dia pun sempat menolak beberapa permintaan setiap hari karena tenaganya dirasa tidak mampu.

Baca juga: 13 Orang Masuk Daftar Antrean UGD RSUD dr Soewondo Kendal, Ruang Isolasi Sudah Penuh

Baca juga: Aturan Masih Digodok. Sebentar Lagi, Anak Berkebutuhan Khusus di Kendal Bisa Belajar di Sekolah Umum

Baca juga: Bawa 516 Botol Ciu, Pengendara Mobil Berplat AB Diamankan Petugas di Exit Tol Kaliwungu Kendal

Baca juga: Lapak PKL Pasti Dibongkar Paksa, Disdag Kendal: Bila Tidak Patuh Aturan PPKM Darurat

Saat ditemui Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021) di tempat usahanya, Mursalin mengatakan, permintaan degan sedang melonjak. 

Pada hari-hari biasa, Mursalin dan 1 karyawan hanya bisa menjual 30 buah setiap hari.

Permintaan melonjak hingga 100 buah setiap hari, khususnya menu degan bakar.

"Setiap hari paling 30 butir degan, sekarang bisa 100 sejak pandemi meningkat, ya dua pekan terakhir ini."

"Sebenarnya bisa lebih, tapi tenaganya tidak mampu," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021).

Kata Mursalin, saat ini masyarakat lebih memburu degan bakar daripada menu degan lain.

Dari seratusan permintaan setiap hari, 70-80 persennya adalah permintaan degan bakar. 

Ia bersyukur karena dagangannya menjadi ramai di tengah pandemi Covid-19.

Katanya, mayoritas pembelinya mengaku meriang atau tidak enak badan saat membeli degan.

Dia pun tidak tahu menahu jika degan bakar dianggap bisa mencegah atau mengobati.

"Yang jelas, kebanyakan pembeli itu mengeluh meriang tidak enak badan."

"Ya ada kalangan pejabat dan masyarakat umum," ujarnya.

Mursalin sudah berjualan degan bakar selama 14 tahun.

Awalnya, pria asal Bugangin Kota Kendal ini sempat merantau di luar kota dan mengalami sakit.

Dia pun mencoba meramu obat dengan membakar degan ditambah rempah-rempah seperti jahe dan meminumnya. 

Merasa punya khasiat untuk menambah daya tahan tubuh, Mursalin pun mulai menekuni profesi penjual degan di daerah kelahirannya. 

Di dalam racikan degan bakar, ia menambahkan beberapa rempah-rempah alami seperti jahe, alang-alang, dan temulawak untuk menambah khasiat air degan. 

Harganya pun cukup terjangkau hanya Rp 18.000 tiap satu buah degan bakar.

Selain itu, pria dua anak ini juga menyediakan menu es degan biasa dan degan wulung.

"Semua bahan tambahan yang saya pakai dari tumbuh-tumbuhan semua."

"Ya lumayanlah berproses hingga 14 tahun sampai sekarang," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021).

Degan bakar di Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal.
Degan bakar di Jalan Tembus Kelurahan Tunggulrejo, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal. (TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM)

Baca juga: Alhamdulillah, Kudus Kini Tak Lagi Berzona Merah, Ganjar: Banjarnegara Justru Lagi Meningkat

Baca juga: Bisa Tiru Cara Petani Banjarnegara Ini, Ruswanto Usir Tikus Gunakan Ular dari Pelepah Daun Pisang

Dalam proses pembuatan degan bakar memerlukan sedikitnya 4 jam.

Pertama, degan yang dipilih harus degan yang berkualitas agar tidak pecah saat dibakar.

Mursalin menggunakan bara api dari batok dan serabut kelapa untuk membakar degan di dalam tong selama 4 jam.

Setiap tongnya bisa memuat 25-27 degan sekaligus. 

Tak jarang pembeli harus mengantre karena degan yang dibakar harus benar-benar matang agar rasanya bisa mekasimal. 

"Saya buka sampai pukul 18.30."

"Ini saya mundurin 1 jam karena permintaan banyak."

"Saya mulai bakar pukul 10.00, nanti sekira pukul 14.00 baru siap untuk menu degan bakarnya," jelas Mursalin.

Dia berharap, apa yang dijual bisa bermanfaat untuk semua orang, khususnya bisa membantu dalam menjaga kesehatan tubuh masyarakat.

Seorang pembeli, Vian mengatakan, khasiat degan bakar berbeda ketika mengkonsumsi degan biasa.

Katanya, air degan yang disajikan dalam keadaan hangat, ditambah beberapa ramuan rempah-rempah bisa membuat badan kembali segar. 

Apalagi, harga yang dipatok pun cukup terjangkau semua kalangan masyarakat.

"Yang saya rasakan, rasanya enak, seger bikin kita berkeringat saat meminumnya."

"Enaklah lebih mantap," terang Vian. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Stasiun Purwokerto Siapkan Vaksinasi Covid Gratis bagi Calon Penumpang KA Jarak Jauh, Ini Syaratnya

Baca juga: Tujuh Ruas di Purwokerto Ini Ditutup Total, Hingga Senin 5 Juli 2021, Berikut Data Rincinya

Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Terapkan Gerakan Tiga Hari di Rumah Saja, Berlaku 9-11 Juli 2021

Baca juga: Tempat Tidur Penuh, IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sementara Tak Terima Pasien Covid

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved