Berita Jawa Tengah
Begini Rasanya Degan Bakar Dicampur Rempah, Datang Saja ke Jalan Tembus Tunggulrejo Kendal
Dalam racikan degan bakar, ditambahkan beberapa rempah-rempah alami seperti jahe, alang-alang, dan temulawak untuk menambah khasiat air degan.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
"Ya ada kalangan pejabat dan masyarakat umum," ujarnya.
Mursalin sudah berjualan degan bakar selama 14 tahun.
Awalnya, pria asal Bugangin Kota Kendal ini sempat merantau di luar kota dan mengalami sakit.
Dia pun mencoba meramu obat dengan membakar degan ditambah rempah-rempah seperti jahe dan meminumnya.
Merasa punya khasiat untuk menambah daya tahan tubuh, Mursalin pun mulai menekuni profesi penjual degan di daerah kelahirannya.
Di dalam racikan degan bakar, ia menambahkan beberapa rempah-rempah alami seperti jahe, alang-alang, dan temulawak untuk menambah khasiat air degan.
Harganya pun cukup terjangkau hanya Rp 18.000 tiap satu buah degan bakar.
Selain itu, pria dua anak ini juga menyediakan menu es degan biasa dan degan wulung.
"Semua bahan tambahan yang saya pakai dari tumbuh-tumbuhan semua."
"Ya lumayanlah berproses hingga 14 tahun sampai sekarang," tuturnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021).
Baca juga: Alhamdulillah, Kudus Kini Tak Lagi Berzona Merah, Ganjar: Banjarnegara Justru Lagi Meningkat
Baca juga: Bisa Tiru Cara Petani Banjarnegara Ini, Ruswanto Usir Tikus Gunakan Ular dari Pelepah Daun Pisang
Dalam proses pembuatan degan bakar memerlukan sedikitnya 4 jam.
Pertama, degan yang dipilih harus degan yang berkualitas agar tidak pecah saat dibakar.
Mursalin menggunakan bara api dari batok dan serabut kelapa untuk membakar degan di dalam tong selama 4 jam.
Setiap tongnya bisa memuat 25-27 degan sekaligus.
Tak jarang pembeli harus mengantre karena degan yang dibakar harus benar-benar matang agar rasanya bisa mekasimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/degan-bakar-kendal-1.jpg)