Kamis, 7 Mei 2026

PPKM Darurat Jateng

Pro Kontra Kebijakan Ibadah Selama PPKM Darurat, Gubernur Jateng: Tidak Perlu Diperdebatkan

Dalam pelaksanaan PPKM Mikro Darurat diatur pula perihal pelaksanaan ibadah. Dalam kebijakan itu, seluruh masyarakat diminta untuk beribadah di rumah.

Tayang:
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek PPKM Darurat di Kota Pekalongan, Minggu (4/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Dalam pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali diatur pula perihal pelaksanaan ibadah.

Dalam kebijakan itu, seluruh masyarakat diminta untuk beribadah di rumah saja.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta masyarakat mematuhi aturan itu,

Baca juga: Polisi Tutup Jalan Masuk Kota Pekalongan selama PPKM Darurat, Truk Diarahkan Lewat Tol

Baca juga: Pembeli di Kafe di Pekalongan Dibubarkan, Makan di Tempat hingga Lebih dari Pukul 20.00 WIB

Baca juga: Rumah Sakite Ojo Kemprohlah: Ganjar Kecewa Saat Sambangi RSUD dr M Ashari Pemalang

Baca juga: Pemprov Bentuk Satgas Oksigen Jateng, Gubernur Ganjar: Tadi Malam Rebutan Lagi

"Terkait ibadah sudah jelas."

"Seluruh Jawa-Bali ibadah di rumah."

"Saya mohon betul agar semua membantu dengan beribadah di rumah."

"Tahun lalu kita pernah melakukan seperti ini, sehingga tidak perlu diperdebatkan," kata Ganjar saat mengecek PPKM Darurat di Kota Pekalongan, Minggu (4/7/2021).

Jika sebelumnya banyak masyarakat protes karena masjid ditutup dan mal dibuka, saat ini kondisinya sama.

Mal saat ini semuanya ditutup, tempat wisata dan tempat hiburan juga ditutup.

"Jadi sekarang seimbang, semua ditutup."

"Tinggal pasar yang masih buka, karena itu untuk kebutuhan sehari-hari."

"Maka, saya minta agar pasar diawasi agar masyarakat bisa aman saat berdagang atau belanja, dengan mengedepankan protokol kesehatan," jelasnya.

Meski masyarakat beribadah di rumah, namun Ganjar meminta tempat-tempat ibadah tetap menjadi pemimpin spiritualitas bagi umatnya.

Pemuka agama di setiap tempat ibadah di Jawa Tengah bisa menjadi penggerak untuk meningkatkan spiritualitas masyarakat yang beribadah di rumah.

Misalnya di Kota Pekalongan yang dikenal dengan daerah santri, Ganjar meminta masjid dan musala tetap mengumandangkan azan dan memimpin kegiatan istigasah atau selawatan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved